Gerrard Sarankan FA Rekrut Redknapp

Gelandang Liverpool, Steven Gerrard, menilai sosok Harry Redknapp sebagai calon yang tepat untuk menjadi suksesor Pelatih Tim Nasional Inggris, Fabio Capello.

Kontrak Capello bersama timnas Inggris akan berakhir seusai pergelaran Piala Eropa 2012. Menurut pemberitaan di Inggris, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sudah mulai mempertimbangkan sejumlah nama untuk menggantikan pelatih asal Italia tersebut.

"Saya setuju ada manajer asal Inggris yang hebat di luar sana. Nama Harry Redknapp sering muncul ke permukaan dan aku tidak berpikir dia mendapat pujian yang layak ia dapatkan atas apa yang telah ia buat di Tottenham. Mungkin juga ada dua atau tiga nama kandidat selain Harry," kata Gerrard kepada Sky Sports.

Gerrard menyatakan, FA sebenarnya tak harus merekrut manajer asing untuk menangani timnas Inggris. Sebab, menurutnya, manajer asal Inggris punya kualitas yang tak kalah hebatnya dengan manajer asing.

"Tetapi bagiku, penting untuk membawa manajer terbaik yang bisa membawa kesuksesan bagi negeri ini," jelasnya.

Sumber

Dalglish: Bellamy Semakin Dewasa

Manajer Liverpool Kenny Dalglish memuji kemajuan yang dialami striker Craig Bellamy. Menurut dia, saat ini Bellamy jauh lebih dewasa ketimbang saat masih bermain di klub-klub sebelumnya.

Bellamy bergabung untuk kedua kalinya bersama Liverpool setelah meninggalkan Manchester City. Dia mencetak gol pertamanya di Premier League pada akhir pekan lalu melawan Norwich City.

"Craig lebih matang dan lebih terdidik sekarang," kata Dalglish kepada Daily Star. "Dia akan lebih bahagia jika bermain lagi, tapi dia bisa memahami situasi mungkin lebih daripada ketika dia masih muda. Dia tahu menghormati setiap orang di sini, dan itu adalah hal besar baginya."

Bellamy sendiri menargetkan kembali dimainkan oleh Dalglish dalam bentrokan di Piala Carling Rabu (26/10) melawan Stoke City. Namun Dalglish belum menjanjikan bakal mewujudkan keinginan striker asal Wales itu.

"Kami akan memainkan skuad terbaik di Piala Carling, dan saya pikir Stoke juga akan begitu," pungkas Dalglish.

Sumber

Dalglish Yakin Keberuntungan Liverpool Akan Berubah

Kenny Dalglish tak melihat Liverpool dalam situasi krisis. Manajer The Reds itu melihat skuadnya sudah menunjukkan performa yang baik, meski hasil di lapangan tidak menggambarkan kualitas timnya.

Dalglish menilai yang kurang dari timnya saat ini adalah dukungan dari Dewi Fortuna.

"Saya menilai kami sudah brilian dalam menciptakan peluang," jelas Dalglish di laman resmi Liverpool.


"Merupakan kepuasan besar bagi kami bahwa kami sudah menciptakan banyak peluang. Jadi kami melihatnya sebagai sesuatu yang positif."

Dalglish menambahkan masih ada yang perlu diperbaiki, yaitu ketajaman pemain depan mereka.

"Tapi bila Anda melihat fakta dan data dan melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang sudah mereka ciptakan, Anda tak akan berani bertaruh kami bisa mencetak lima atau enam gol di setiap laga," tutur Dalglish.

"Saya hanya menunggu keberuntungan kami berubah. Jika hal itu terjadi segera, kami akan baik-baik saja."


Sumber 

Enrique Tuding Pemain Manchester United Suka Diving

Bek Liverpool Jose Enrique menilai pemain-pemain Manchester United sering melakukan diving dalam pertandingan-pertandingan di Liga Primer Inggris.

Namun, mantan pemain Newcastle United tersebut menilai hal tersebut adalah hal yang wajar karena mereka membela klub mereka masing-masing.

"Pekan lalu, [Sir Alex Ferguson] membela timnya karena kami mendominasi permainan. Hal yang terjadi adalah Luis Suarez benar-benar berbahaya dan dia juga orang yang baik. Dia tidak melakukan diving," ujar Enrique.


"Beberapa pemain Manchester United [jatuh seperti] terjun ke dalam kolam renang. Mereka membela tim mereka, kami membela tim kami, itu adalah hal yang wajar."

“Ketika anda kehilangan dua angka dalam pertandingan kandang, tidak seorangpun merasa senang tetapi Luis bermain dengan baik. Dia memiliki banyak kesempatan dan hanya kurang beruntung."


Sumber

Gerrard: Zona Liga Champions & Trofi Sama Penting

Kembali menempati empat besar alias zona Liga Champions di klasemen akhir Liga Primer 2011/12 bukan satu-satunya target utama Liverpool musim ini, demikian ditegaskan gelandang dan kapten The Anfield Gang, Steven Gerrard.

Selain menyasar parsitipasi di kancah terelite Eropa itu, Stevie G. mengungkapkan Liverpool juga berhasrat menyudahi dahaga gelar di ajang piala yang terakhir kali diwujudkan dalam bentuk Piala FA 2006.


"Kembali ke empat besar adalah prioritas, tapi saya tak akan mengatakan itu prioritas kami satu-satunya," tutur pemain 31 tahun itu kepada LFC Magazine.

"Menghadirkan kembali malam-malam Eropa tersebut ke Anfield adalah sesuatu yang kami semua inginkan. Beberapa dari malam-malam terbaik dalam karier saya terjadi di Liga Champions dan saya ingin merasakannya beberapa kali lagi sebelum saya gantung sepatu."

"Sulit rasanya menyaksikan [pertandingan Liga Champions] di TV pada Selasa atau Rabu malam dengan mengetahui bahwa kami tak ikut berpartisipasi. Semua orang di sini berjuang keras untuk kembali ke sana dan semakin cepat itu terjadi semakin baik."

"Tak ada sepakbola Eropa musim ini, jadi Anda bisa lebih fokus di Piala Liga. Kami tak pernah lagi tampil baik di salah satu piala domestik sejak 2006."

"Sekaranglah waktunya kami kembali memberikan kesenangan untuk fans. Mereka pantas mendapatkannya dan tak ada yang lebih baik selain tampil di Wembley. Itu akan fantastis untuk semua orang.


Gerrard turut membantu Pool dalam raihan Piala FA 2006. Di partai final yang berlangsung di Millennium Stadium - saat itu Wembley masih direnovasi, sang skipper menyarangkan dua gol ke gawang West Ham United. Laga selama 90 menit plus perpanjangan waktu selesai dengan skor sama kuat 3-3.

The Reds asuhan Rafael Benitez kemudian menundukkan The Hammers lewat kemenangan 3-1 di babak adu penalti dengan Gerrard, Dietmar Hamann, dan John Arne Riise sukses menjadi algojo.

Musim ini Liverpool sebagai anggota divisi teratas Inggris belum terjun di Piala FA, namun mereka telah melaju hingga putaran keempat Piala Liga. Di fase tersebut, pasukan Kenny Dalglish mesti bertandang ke rumah Stoke City pada Rabu (26/10) malam.


Sumber

Enrique: Liverpool Harus Lebih Tajam

Hasil imbang 1-1 melawan Norwich City disayangkan Jose Enrique. Liverpool dinilai sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk masuk ke Liga Champions.

Hasil imbang itu memang membuat peluang The Reds menembus empat besar semakin berat, mengingat Newcastle United bisa melebarkan jarak angka mereka.

Bagi Jose Enrique, hasil semacam itu tak seharusnya ditorehkan Liverpool, terutama saat bertanding di kandang sendiri dan melawan tim yang di atas kertas tak lebih baik.


"Jika ingin ke Liga Champions, kami harusnya bisa menang dalam laga seperti ini. Saya pikir kami sudah rugi banyak angka," jelas bek asal Spanyol itu yang dikutip Sportinglife.

"Saya pikir tim terbaik di dunia dan di liga ini bisa mengalahkan tim seperti Norwich. Kami sudah membuang dua angka, saya harap kami tak melakukannya lagi di masa mendatang," harapnya.



Sumber

Liverpool Cari Pemain Berbakat Di Asia


Direktur sepakbola Liverpool Damien Comolli mengaku pihaknya akan berusaha untuk mencari talenta-talenta bintang Asia yang belum ditemukan.

Dan saat ini, Liverpool dikabarkan telah memberi kesempatan kepada dua pemain muda China untuk menjalani trial.

"Kami pikir ini adalah pasar yang belum terjamah. Asia memiliki populasi yang sangat besar dan banyak sekali pemuda-pemuda yang bermain sepakbola di sana," ujar Comolli kepada Liverpoolfc.tv.


"Secara statistik, kami berpikir akan ada pemain bagus yang muncul di negara-negara Asia. Dengan China sebagai negara terbesar dan sepakbola yang menjadi olahraga paling populer, kami merasa kami mampu menemukan pemain yang berkualitas."


Sumber

Suarez Adalah Seorang Penyerang Hebat

Gelandang tengah Liverpool, Lucas Leiva kembali memuji rekan setimnya di Liverpool, Luis Suarez, dan mengungkapkan keyakinannya bahwa Suarez akan bertahan cukup lama di Anfield.

Suarez, pemain internasional Uruguay ini tiba di Anfield dengan biaya transfer sebesar 22 juta Pound dari raksasa Belanda, Ajax pada saat dibukanya jendela transfer Januari lalu dan meneken kontrak selama lima tahun di Liverpool.

Sejauh ini, eks penyerang Groningen ini sudah mencetak satu gol dan memberikan tiga assis setelah berseragam Liverpool, dan Lucas merupakan salah satu penggemar terbarunya.

"Mendatangkan Luis ke Liverpool menjadi sebuah berkah untuk Liverpool. Di kompetisi Premier League, ia sudah melakukan banyak hal untuk kemajuan tim," kata Lucas pada Liverpoolfc.tv.

"Ia sudah mencetak satu gol dan setengah, karena yang separuhnya lagi dicetak oleh Dirk Kuyt! Ia juga sudah memberi tiga assis, jadi kami sangat senang dengan kemampuannya beradaptasi," imbuh pemain asal Brasil ini.

"Ia akan berada disini untuk waktu yang cukup lama dan saya berharap ia tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia juga sangat kuat, dapat bertarung dengan pemain lainnya dan mencetak gol. Saya rasa ia akan menjadi seorang penyerang yang hebat di kompetisi Premier League," tambahnya.

The Reds belum melakukan pertandingan kandang kembali semenjak mereka mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 di Anfield pada tanggal 6 Maret lalu, dan walaupun sudah terlempar dari kompertisi Liga Europa, Lucas merasa yakin kalau mereka akan kembali pada performa awal saat mereka mengalahkan United.

"Pertandingan kontra United merupakan sebuah contoh pertandingan yang sangat berat dan tidak mudah. Tapi jika kami mampu bermain seperti saat mengalahkan Manchester United, kami memiliki peluang untuk mencapai posisi yang lebih baik lagi di klasemen liga akhir musim nanti," pungkasnya.

Sumber

Eriksen Ingin Tetap Bertahan Di Ajax

Eriksen termasuk salah satu pemain muda yang diminati sejumlah klub top Eropa. Pemain asal Denmark ini tampil cukup cemerlang saat gim persahabatan melawan Inggris pada Februari lalu.

Pemain berusia 19 tahun ini juga sempat tampil di Piala Dunia 2010 meskipun belum menjadi pemain utama. Namun di Ajax ia merupakan andalan utama timnya di sektor gelandang.

Liverpool yang mendatangkan pemain Ajax lainnya, Luis Suarez pada Januari lalu, juga berminat mendapatkan Erksen. Tapi menurut berita dari talkSPORT, Eriksen akan tetap bertahan di Ajax, setidaknya sampai kontraknya berakhir pada 2014.

Ajax tidak akan mendengarkan tawaran dari Liverpool maupun klub lainnya yang ingin mendatangkan Eriksen. Selain Liverpool, Barcelona juga dikabarkan tertarik pada Eriksen.


Sumber

Reina Yakin Liverpool Peringkat Lima

Penjaga gawang Liverpool Pepe Reina tetap merasa yakin The Reds akan finish di peringkat lima Liga Primer Inggris untuk mengambil tempat di kompetisi Eropa musim depan.

Liverpool telah tersingkir dari Liga Europa usai menelan kekalahan agregat 1-0 dari Braga. Liverpool wajib menempati peringkat lima untuk langsung berlaga di kompetisi Eropa itu.

Posisi Liverpool ini tidak menguntungkan mengingat mereka berselisih enam poin dari Tottenham Hotspur yang menempati peringkat lima. Liga Primer masih menyisakan sembilan pertandingan lagi.

“Kami harus tetap bertahan, dan tentunya peringkat lima masih memungkinkan,” ujar Reina dilansir Liverpool Echo.

“Kami masih mempunyai sembilan pertandingan, dan banyak poin yang diburu. Tottenham masih bermain di Liga Champions, dan mereka menjalani pertandingan yang berat.”

“Setiap orang tahu ini tidak mudah. Tapi kami berharap bisa memenangi banyak pertandingan untuk menempati peringkat lima.”

“Posisi itu sangat penting bagi klub ini untuk bisa terlibat di kompetisi Eropa. Anda belum bisa bilang kami tidak akan main di Eropa musim depan, karena peringkat lima masih terbuka.”


Sumber

Liverpool Minati Zhirkov

Sejak didatangkan dari CSKA Moskow pada 2009 lalu, Zhirkov kurang mendapatkan kesempatan bermain. Ia bukan termasuk pemain yang menjadi pilihan utama Carlo Ancelotti.

Pemain asal Rusia itu sempat diberitakan akan hengkang pada Januari lalu, tapi ia ternyata memutuskan untuk bertahan dan berjuang memperebutkan tempat sebagai pemain inti.

Situasi itu ternyata dipantau oleh Liverpool. Berita dari CaughtOffside menyebutkan, The Reds berminat untuk memboyong pemain berusia 27 tahun tersebut.

Liverpool tidak punya banyak pilihan di posisi sayap, baik di sektor bek maupun gelandang. Zhirkov dianggap bisa menjadi salah satu solusi masalah Liverpool di posisi sayap dan menambah kreativitas di lini tengah.

Chelsea diyakini hanya akan melepas Zhirkov dengan nilai transfer sekitar £18juta. Zhirkov baru bermain 41 kali di semua kompetisi dalam dua musim terakhir dan baru mencetak satu gol, dan sebagian besar turun sebagai pemain pengganti.



Sumber

Menanti Hasil Adaptasi Carroll

Kepercayaan kepada Andy Carrol terus meningkat. Kini Liverpool menanti hasil adaptasi antara tim dengan sang striker dan juga sebaliknya. Diharapkan hasilnya sudah terlihat saat menghadapi Sunderland.

Debut Carroll bersama "Si Merah" terjadi dalam laga menghadapi Manchester United, 6 Maret silam. Ketika itu dia baru masuk di menit ke-73.

Selanjutnya Dalglish kembali menurunkan eks Newcastle United itu saat menghadapi Braga di leg I 16 besar Liga Europa (10/3/2011). Ketika itu Carroll bermain mulai menit ke-56.

Tengah pekan kemarin yakni menghadapi Braga di leg II menjadi kali pertama Carroll jadi starter di laga kompetitif. Ia tampil penuh.

Dari tiga pertandingan itu memang masih belum ada gol yang didonasikan oleh penyerang yang didatangkan di bursa transfer musim dingin tersebut.

Dilansir dari situs resmi klub, manajer Liverpool Kenny Dalglish mengatakan bahwa untuk memaksimalkan peran dari Carroll masih butuh waktu. Namun begitu Carroll menunjukkan indikasi yang positif.

"Andy mungkin lebih banyak memainkan bola dengan dada dan juga kepalanya ketika melawan Braga. Jadi tugas kami adalah bermain sesuai dengan tipikal kekuatannya dan juga (dia) harus bermain seperti pola kami," ujar arsitek berjuluk King Kenny tersebut.

"Memang untuk itu semua membutuhkan waktu. Namun semakin cepat tim bisa menyatu maka semakin baik bagi kami. Saya pikir sinyal yang ditunjukkan pemain juga positif," tandas suksesor Roy Hodgson itu.

Carroll bakal kembali menjadi andalan Si Merah untuk laga di kandang Sunderland. Bagi striker 22 tahun itu, ada kemungkinan dia menjadi "sasaran" dari suporter The Black Cats karena di waktu lalu ia pernah memperkuat Newcastle yang merupakan rival dari Sunderland.

"Saya pikir Andy tidak akan memiliki kekhawatiran khusus tentang kapan dia akan menjalani debut sebagai starter di Premier League. Jika memang saya menunjuknya untuk melawan Sunderland, ya tidak masalah," jelas Dalglish.

"Andy terlihat baik-baik saja setelah laga melawan Braga (tengah pekan kemarin--red) namun saya pikir dia akan sedikit lelah karena dia saya turunkan lebih lama dari rencana semula."

"Kebutuhan kami adalah menurunkan dia dalam jangka waktu tersebut karena kami mencari gol," tutup Dalglish.

Sumber

Dalglish Keluhkan Faktor Kreativitas

Liverpool tak mampu bersaing di Liga Europa setelah dipastikan tersingkir di kaki Braga, Kamis (17/3) malam.

Bertanding di Anfield, Liverpool gagal membalas kekalahan 1-0 di laga pertama. Ditahan imbang tanpa gol oleh Braga, Liverpool harus melupakan peluang berjaya di Eropa musim ini.

"Dari dua laga yang dimainkan, penalti lah yang membedakan kedua tim," sergah manajer Kenny Dalglish mengingatkan gol penentu Braga dhasilkan melalui eksekusi titik putih.

"Padahal pertandingan berjalan seimbang dan fakta pertandingan ini harus ditentukan melalui penalti membuktikan betapa dekatnya kekuatan kedua tim."

"Menaklukkan kiper lebih penting daripada membuatnya bekerja keras. Butuh kreativitas atau nasib baik untuk meruntuhkan tim yang tampil terorganisir."

"Kami tak dinaungi nasib baik selama dua laga dan seperti halnya tim lain di dunia, saya yakin kami akan tampil beda jika punya pemain kreatif.

Meski tersingkir, Dalglish menolak menganggap musim Liverpool telah berakhir.

"Saya kira Liverpool tidak bisa dibilang sedang menurun. Memang mengecewakan tak lagi dapat tampil di Eropa, tapi kompetisi ini hanya bisa dicapai dengan jumlah kemenangan tertentu. Kalau kami mampu memenuhinya dan mengumpulkan poin demi poin, kami akan kembali ke Eropa musim depan," pungkasnya.


Sumber

Chicharito: Gol Ke Gawang Liverpool Tidak Menyenangkan

Striker Manchester United Javier Hernandez mengakui bahwa meskipun dirinya telah mencetak gol ke gawang Liverpool, dirinya tidak merasa bahagia. Chicharito hanya berhasil membalas satu gol dari tiga gol yang dilesakkan Liverpool ke gawang klubnya.

"Gol selalu memberi kepercayaan diri kepada anda, tetapi jika saya memiliki pilihan maka saya akan menukar gol tersebut dengan tiga angka, begitu juga dengan beberapa gol yang saya cipatakan selama karir saya," ujar Chicharito kepada United Review.

"Memang bagus mencetak gol di Anfield, tetapi saya lebih memilih untuk tidak mencetak gol dan menang. Kami tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kami dapat fokus di saat ini dan masa depan. Atmosfir di tim bagus."

"Kami telah berdiskusi tentang apa yang salah dan apa yang dapat kami kembangkan ke depan, dan sekarang kami melihat ke depan. Pelatih, pemain dan semua staff berdeterminasi untuk merespon. Ini adalah momen krusial di musim ini dan kami semua optimistis," tutup Chicharito.


Sumber

Suarez Bangga Dilatih Dalglish

Striker Liverpool, Luis Suarez, mengaku bangga bisa bekerja sama dengan sang manajer, Kenny Dalglish. Dilatih seorang legenda seperti Dalglish, menurut Suarez, menjadi suatu hal yang hebat dalam karier sepak bolanya.

Suarez didatangkan oleh Liverpool pada bursa Januari lalu dengan mahar 26,5 juta euro (sekitar Rp 325 miliar) dari Ajax Amsterdam. Sejauh ini pemain asal Uruguay tersebut sudah tampil sebanyak empat laga dan mencetak satu gol. Debut pertamanya bersama "The Reds" melawan Stoke City, 2 Februari lalu, diwarnai dengan gol pertamanya untuk tim yang berdiri tahun 1892 tersebut

"Punya manajer seperti Kenny Dalglish sungguh sangat hebat untukku. Dia orang yang punya sejarah hebat dan penting untuk klub. Dia salah satu (mantan) pemain terbaik yang pernah dimiliki klub dan sekarang dia mengoreksi dan melatihku," kata Suarez.

"Aku pikir sangat hebat untukku bisa bekerja dengan legenda seperti Kenny dan aku menikmatinya sejauh ini," sambungnya.

Suarez juga berharap manajemen Liverpool mematenkan status Dalglish di akhir musim. Dalglish saat ini hanya menjabat sebagai caretaker setelah manajemen memecat Roy Hogdson, 8 Januari lalu. Tapi, beberapa pihak, termasuk Suarez, berharap Dalglish bisa tinggal di Anfield lebih lama. "Ya, tentu saja. Aku ingin bekerja dengannya lebih lama di masa depan," tegas pemain berusia 24 tahun tersebut.

Sumber

Dalglish Puas dengan Penampilan Carroll

Kenny Dalglish boleh merasa frustrasi dengan permainan Liverpool kala menghadapi Braga, Jumat (18/3/2011) dinihari WIB, tapi penampilan Andy Carroll menjadi sedikit hiburan untuknya.

Carroll untuk pertama kalinya tampil sebagai starter dalam laga yang berlangsung di Anfield tersebut. Awalnya Dalglish tak berekspektasi jika eks penyerang Newcastle United itu bisa bertahan lama di lapangan, mengingat dia baru sembuh dari cedera.

Tapi Caroll mampu melebihi ekspektasi sang manajer. Ia menjadi tumpuan di lini depan karena Liverpool sangat membutuhkan gol. Dan kendati tak mencetak gol, bomber berusia 22 tahun itu beberapa kali sukses memenangi duel udara dan tampak menjadi target man yang ideal untuk The Reds.

Kini, tinggal tugas dirinya mencari jalan untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Carroll.

"Dia bertahan lebih lama dari yang kami harapkan. Pada akhirnya, kami butuh dia untuk terus berada di lapangan karena kami butuh untuk mencetak gol," ujar Dalglish di situs resmi Liverpool.

"Dia punya aset berharga dalam dirinya dan kami harus segera belajar bagaimana cara mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirinya. Kami juga punya aset terbaik untuknya, jadi dia juga bisa memiliki yang terbaik dari kami."

"Secara keseluruhan, kami senang melihatnya kembali ke lapangan. Kami juga tak kecewa dengan kontribusinya," tukas Dalglish.

Sumber

Reina Tetap Puas dengan Liverpool

Tersingkir dari Liga Europa menutup semua peluang Liverpool merengkuh gelar juara. Meski dirasa pahit, Pepe Reina tetap meilhat banyak hal positif didapat The Reds saat ini.

Di Anfield, Jumat (18/3/2011) dinihari WIB Liverpool gagal membalas kekalahan 0-1 yang diderita di kandang Braga dua pekan lalu. Cuma bermain imbang 0-0, The Reds harus menerima kenyataan pahit terdepak dari kompetisi terakhir di mana mereka punya peluang meraih trofi juara.

Meski out dari kompetisi Eropa, Pepe Reina menilai kegagalan tersebut tidak lantas menodai tren bagus yang dicatatkan Liverpool dalam beberapa bulan ke belakang. Yang di maksud kiper asal Spanyol itu adalah konsistensi yang ditunjukkan 'Si Merah' pasca kedatangan Kenny Dalglish.

"Kami sudah lebih baik dalam tiga bulan terakhir dan itu sesuatu yang positif. Kita harus melihat pada gambaran yang lebih besar dan kami menunjukkan kemajuan, kami terus tumbuh," sahut Reina di situs resmi klubnya.

"Kami kecewa dan kami tahu kalau tak ada lagi trofi yang bisa kami perjuangkan sekarang. Sekarang kami harus memastikan kalau kami bisa finis dalam posisi terbaik di liga," lanjut Reina.

Sempat terjerembab di zona degradasi, Liverpool saat ini bertengger di posisi enam klasemen sementara dengan poin dikumpulkan berjumlah 42. Dengan ada sembilan pertandingan tersisa, mereka tertinggal sembilan angka dari Chelsea di posisi empat, yang merupakan jatah terakhir menuju Liga Champions.

Meski peluang berlaga di Liga Champions musim depan masih terbuka, Reina cuma menargetkan Liverpool bisa finis di posisi lima untuk bisa kembali berlaga di Eropa melalui Liga Europa.

"Ini periode yang sulit dan tidak menyenangkan tapi masih ada dua bulan di depan kami dan kami harus terus melaju. Tentu saja (posisi) kelima masih mungkin. Masih ada sembilan pertandingan dan banyak poin bisa didapat. Tottenham masih bermain di Liga Champions dan masih punya banyak pertandingan. Semoga kami akan cukup memenangi pertandingan untuk bisa finis kelima," tuntas Reina.

Sumber

Liverpool Gagal, Dalglish Frustasi

http://images.detik.com/content/2011/03/18/1033/KennyD-Gettyimages.jpgKenny Dalglish terlihat frustrasi pasca Liverpool tersingkir dari Liga Europa. Manajer berjuluk "King Kenny" itu mengatakan bahwa timnya kurang kreatif dan kurang beruntung.

Liverpool tereliminiasi dari Liga Europa usai hanya bermain imbang 0-0 saat menghadapi Braga di Anfield dalam leg II babak 16 besar dinihari tadi. Hasil imbang itu membuat The Reds tersingkir karena di leg I kalah 0-1.

Di situs resmi Liverpool dituliskan bahwa Dalglish tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya pasca gagal membawa tim berlambang burung liver itu melaju.

"Lawan bermain sangat terorganisisr dan kami paham sebelum pertandingan ini bahwa tanggungjawab untuk mencetak gol ada pada kami. Mungkin bila tandukan Andy Carroll bisa masuk, mungkin hasilnya bisa berbeda," ujar Dalglish.

Suksesor Roy Hodgson itu mengatakan bahwa timnya memiliki kekurangan dalam kreatifitas dalam laga dinihari tadi. Selain itu Dalglish juga menyebut bahwa timnya kurang beruntung.

"Anda harus benar-benar kreatif bila ingin mengalahkan tim yang bermain dengan sangat terorganisir. Atau selain itu, Anda harus membutuhkan sedikit keberuntungan," lugas manajer kelahiran 4 Maret 1951 tersebut.

"Kami jelas tidak beruntung dalam dua leg menghadapi Braga, namun saya kira orang akan mengatakan hal yang sama. Seperti halnya tim lain yang ada di dunia, kami seharusnya sedikit lebih kreatif. Namun ternyata kami tak ada bedanya dengan yang lain," tuntas dia.

Sumber

Imbang, Liverpool Tersingkir

Liverpool harus melupakan ambisi untuk menjadi juara Liga Europa setelah bermain imbang 0-0 dengan Braga di Anfield. Hasil itu membuat The Reds tersingkir.

Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (18/3/2011) dinihari WB, Liverpool turun dengan memasang Andy Carroll sejak awal pertandingan. Ia ditemani oleh Dirk Kuyt dan dibantu oleh Raul Meireles dari lini kedua.

Di babak kedua, Liverpool juga mencoba menjadi lebih ofensif dengan memasukkan David Ngog dengan menarik Joe Cole.

Formasi itu sendiri terbilang ampuh lantaran 'Si Merah' terbukti unggul penguasaan bola 67:33 dan melepaskan lebih banyak tembakan, yakni 13 berbanding tiga. Kendati demikian, tak satu pun peluang berhasil berbuah menjadi gol.

Pada akhirnya, kemenangan Braga 1-0 di laga perdana menjadi hasil penentu. Akibat hasil tersebut, Liverpool kini harus melupakan diri untuk mengangkat trofi Eropa musim ini.

Liverpool sempat mendapatkan peluang di menit ketujuh ketika Carroll memenangi perebutan bola di udara. Bola kemudian diterima oleh Cole yang langsung melepaskan tendangan. Peluang ini berakhir dengan kiper Braga, Guilherme Artur, melakukan penyelamatan dengan baik.

Liverpool terus berusaha menyerang untuk mendapatkan gol cepat. Di menit 27, Meireles mengirimkan umpan ke arah kotak penalti. Namun usaha gelandang asal Portugal itu digagalkan oleh tangkapan Artur di dalam boks.

Di menit 33, Carroll terjatuh di dalam kotak penalti setelah mencoba menerima umpan silang dari Kuyt. Namun demikian, tak ada penalti yang diberikan, kendati sang bomber berteriak memintanya.

Tiga menit menjelang turun minum, peluang Liverpool kembali datang. Paulao berhasil menghalaunya dan Liverpool pun mendapatkan tendangan penjuru. Usaha melalui sepak pojok ini juga masih bisa digagalkan Artur.

Babak pun pertama berakhir tanpa gol. Liverpool tampil relatif dominan di paruh pertama ini.

Di menit 53, Cole mengirimkan umpan ke depan gawang. Sial baginya, umpannya belum menemui sasaran lantaran lewat di atas kepala Maxi Rodriguez.

Semenit kemudian, giliran Maxi sendiri yang berusaha sendiri. Ia melepaskan tendangan ke arah gawang, namun masih belum menemui sasaran. Tendangan gawang untuk Braga.

Di menit 61, Braga mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Berawal dari sebuah tendangan penjuru, bola jatuh di kaki Silvio. Tendangannya membentur pemain Liverpool dan jatuh di kaki Alan yang berada di depan gawang. Sial untuk nama terakhir, tendangannya meleset tipis di samping jala Jose Reina.

Liverpool juga mendapatkan satu kesempatan emas terakhir di menit 84 melalui Carroll. Sial baginya, sundulannya ke arah gawang malah mengenai punggung Kuyt.

Usaha berikutnya tak lama kemudian, melalui tendangan Martin Skrtel, juga belum menemui hasil lantaran sukses diblok oleh Artur.

Susunan Pemain
Liverpool: Reina, Carragher, Johnson, Skrtel, Wilson, Cole (Ngog 75), Meireles, Lucas, Maxi (Spearing 76), Kuyt, Carroll.

Braga: Artur, Angelo Miguel Garcia, Paulao, Valdelomar, Silvio, Hugo Viana, Vanderson (Kaka 73), Leandro Salino (Mossoro 89), Alan, Rocha Paulo Cesar, Lima (Ze Meyong 84).

Sumber

Liverpool & Juventus Rebutan Clichy

Bek kiri Arsenal, Gael Clichy dikabarkan sedang dilirik oleh tim-tim besar Eropa. Dua tim yang dikabarkan sangat tertarik dengan pemain 25 tahun tersebut adalah Liverpool dan Juventus.

Seperti disitat dari Goal (11/2/2011), kontrak pemain perancis tersebut sedianya akan habis pada akhir musim tahun depan. Clichy dikabarkan akan mempertimbangkan masa depannya pada akhir musim.

Clichy sendiri menjadi andalan Arsene Wenger pada beberapa musim terakhir, terutama setelah Ashley Cole hijrah ke tim sekota Chelsea. Permainan gemilang Clichy, membuat Liverpool dan Juventus tertarik meminangnya.

Liverpool memang membutuhkan seorang pemain di posisi bek kiri. Pasalnya, Fabio Aurelio sering dilanda cedera dan Paul Konchesky yang gagal bersinar. Sedangkan Juventus, tertarik menarik Clichy karena ingin melakukan perombakan skuad menyusul.

Namun, mantan punggawa Cannes tersebut, hingga kini hingga kini belum memberikan konfirmasi terkait ketertarikan dua raksasa eropa tersebut, sehingga kita tunggu saja informasi selanjutnya.

Sumber
YOU'LL NEVER WALK ALONE