Liverpool, seperti dilaporkan Sky Sports, memutuskan untuk tidak meminjamkan Ryan Babel ke klub lain.
Hal itu diputuskan merujuk pada keinginan sejumlah klub Liga Primer Inggris, salah satunya Birmingham City, untuk menariknya dari Anfield dengan status pinjaman.
Namun Liverpool menolak permohonan tersebut. Alasannya, Roy Hodgson ingin skuadnya tetap komplet, termasuk mereka yang berada di posisi pemain pelapis.
Babel sendiri hanya tampil sebagai starter di skuad Liverpool sebanyak satu kali musim ini. Namun sebagai pemain pengganti, mantan gelandang Ajax Amsterdam itu sudah beberapa kali dimainkan. Sejumlah gol juga pernah diciptakannya untuk Liverpool, baik di kompetisi Liga Primer atau pun Liga Europa.
Sumber http://www.goal.com/id-ID/news/784/transfer-pemain/2010/12/29/2281354/liverpool-tolak-pinjamkan-babel
Timnas Gagal Juara, SBY Sentil PSSI
Kegagalan Indonesia untuk meraih gelar juara Piala AFF membuat gerah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sembari memuji perjuangan para penggawa Garuda Merah Putih, SBY, panggilan akrabnya, meminta PSSI untuk melakukan introspeksi dan evaluasi.
"Saya minta PSSI melakukan evaluasi dalam kajian-kajian agar lebih baik lagi," kata SBY, usai menonton final Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, seperti dikutip dari Tempo Interaktif.
Sementara itu, SBY mengaku salut dengan perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan untuk berusaha mengejar defisit tiga gol mereka. Meski akhirnya gagal menjuarai Piala AFF, menurut SBY, para pemain telah menunjukkan kegigihan mereka dalam berjuang.
"Meskipun kita tidak berhasil (juara) pada malam hari ini. Timnas kita berjuang gigih dengan cetak gol 2-1," kata Yudhoyono.
Dalam laga tersebut, Indonesia memiliki sebuah peluang bagus untuk mengejar defisit gol mereka, kala mendapat hadiah penalti dari wasit. Sayangnya, Utina, yang dipercaya mejadi eksekutor, masih gagal melakukan tugasnya dengan baik. Menanggapi hal ini, SBY tetap bersikap legawa. "Nahas, itupun belum berhasil. Tapi tak apa, timnas Indonesia malam ini bermain gigih dan agresif," kata Yudhoyono.
Lebih lanjut, presiden mengungkapkan rasa optimisnya bahwa Indonesia bakal bisa segera meraih gelar juara. Menurut SBY, permainan yang ditunjukkan para penggawa Garuda Merah Putih di ajang ini merupakan sebuah awal yang baik bagi kebangkitan prestasi timnas kita."Saya yakin dengan dukungan masyarakat, timnas Indonesia suatu saat nanti bisa jadi juara," tandasnya.
Sumber http://www.bola.net/indonesia/timnas-gagal-juara-sby-sentil-pssi-e64b56.html
"Saya minta PSSI melakukan evaluasi dalam kajian-kajian agar lebih baik lagi," kata SBY, usai menonton final Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, seperti dikutip dari Tempo Interaktif.
Sementara itu, SBY mengaku salut dengan perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan untuk berusaha mengejar defisit tiga gol mereka. Meski akhirnya gagal menjuarai Piala AFF, menurut SBY, para pemain telah menunjukkan kegigihan mereka dalam berjuang.
"Meskipun kita tidak berhasil (juara) pada malam hari ini. Timnas kita berjuang gigih dengan cetak gol 2-1," kata Yudhoyono.
Dalam laga tersebut, Indonesia memiliki sebuah peluang bagus untuk mengejar defisit gol mereka, kala mendapat hadiah penalti dari wasit. Sayangnya, Utina, yang dipercaya mejadi eksekutor, masih gagal melakukan tugasnya dengan baik. Menanggapi hal ini, SBY tetap bersikap legawa. "Nahas, itupun belum berhasil. Tapi tak apa, timnas Indonesia malam ini bermain gigih dan agresif," kata Yudhoyono.
Lebih lanjut, presiden mengungkapkan rasa optimisnya bahwa Indonesia bakal bisa segera meraih gelar juara. Menurut SBY, permainan yang ditunjukkan para penggawa Garuda Merah Putih di ajang ini merupakan sebuah awal yang baik bagi kebangkitan prestasi timnas kita."Saya yakin dengan dukungan masyarakat, timnas Indonesia suatu saat nanti bisa jadi juara," tandasnya.
Sumber http://www.bola.net/indonesia/timnas-gagal-juara-sby-sentil-pssi-e64b56.html
Review : Takluk di Anfield
Liverpool harus membayar mahal kurangnya waktu latihan mereka dengan kehilangan kemenangan mereka di Anfield dan tim papan bawah Wolverhampton berhasil mencuri tiga poin pertama mereka sejak Maret lalu.
Cuaca buruk karena salju telah memaksa penundaan pertandingan melawan Fulham dan Blackpool, yang berarti The Reds telah absen dari pertandingan liga selama 18 hari. Hal ini menunjukkan bahwa mereka kekurangan strategi dan energi, bahkan dengan kembalinya Steven Gerrard yang telah absen selama enam minggu tak mampu membawa tim itu menemukan kembali semangat juang yang tinggi.
Liverpool membuka peluang pertama mereka di menit ke 7, melalui tendangan Raul Mereiles, akan tetapi tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti itu masih bisa diselamatkan dengan baik oleh kiper Wolves, Wayne Hennessey. Peluang emas itu menjadi peluang pertama sekaligus terakhir The Reds di babak pertama ini, sebab setiap usaha dari tendangan yang mereka lancarkan selalu mampu diblok oleh pemain belakang tim tamu.
Barisan lini pertahanan Wolves sendiri tampil mengesankan di babak pertama, mereka sangat disiplin dalam menempel pemain depan tuan rumah. Fernando Torres dibuat mati kutu dan tak memiliki peluang satu pun di babak pertama ini. Akan tetapi, penampilan apik barisan belakang tim tamu itu tidak diimbangi oleh lini depan mereka, yang juga tak bisa berbuat apa-apa dengan serangan baliknya. Walhasil gol tak kunjung tercipta dan babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata.
Babak ke dua dimulai, The Reds langsung menggebrak tamu mereka. Sayang dua kali peluang emas David N'Gog di menit ke 47 dan 50 belum bisa membuahkan gol bagi Liverpool. Tandukannya memanfaatkan umpan Dirk Kuyt masih tepat dalam genggaman Hennessey dan yang ke dua, tendangannya saat menerima umpan Glen Johnson malah melebar.
Terlalu asik, lini belakang Liverpool sedikit lengah, bahkan publik Anfield harus terdiam di menit ke 53. Berawal dari serangan balik Sylvain Ebanks-Blake langsung mengirimkan umpan terobosan manis kepada Stephen Ward. Pepe Reina tak bisa berbuat banyak mengantisipasi tendangan Ward tersebut, skor pun berubah 0-1 untuk tim tamu. Bagi Ward, ini adalah gol pertamanya di Liga Premier Inggris.
Ketinggalan satu gol, Roy Hodgson pun mulai melakukan pergantian pemain, N'Gog ia tarik dan memasukkan striker Belanda, Ryan Babel. Pemain yang sering mendukung timnas Indonesia melalui Twitter itu pun langsung menjawabnya dengan peluang emas di menit ke 66. Sayang tendangannya masih diblok pemain belakang Wolves.
Di menit ke 73, Hodgson melakukan pergantian pemain lagi, bahkan dua pemain sekaligus. Joe Cole dan Fabio Aurelio ia masukkan untuk mengganti Raul Meireles dan Paul Konchesky.
Namun pergantian itu tetap tak berbuah hasil, serangan The Reds yang dimotori Steven Gerard tetap tak membuahkan hasil dan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu tetap tidak berubah hingga laga usai.Dengan kekalahan ini, Liverpool harus melorot ke peringkat 12, sedangkan Wolves meski menang mereka masih saja berkutat di zona degradasi, mereka tertahan di peringkat ke 18. Namun, bagi Wolves ini adalah prestasi tersendiri, sebab mereka menang dari The Reds terjadi pada 27 tahun lalu.
Sumber http://www.bola.net/inggris/review-the-reds-masih-terluka-941386.html
Cuaca buruk karena salju telah memaksa penundaan pertandingan melawan Fulham dan Blackpool, yang berarti The Reds telah absen dari pertandingan liga selama 18 hari. Hal ini menunjukkan bahwa mereka kekurangan strategi dan energi, bahkan dengan kembalinya Steven Gerrard yang telah absen selama enam minggu tak mampu membawa tim itu menemukan kembali semangat juang yang tinggi.
Liverpool membuka peluang pertama mereka di menit ke 7, melalui tendangan Raul Mereiles, akan tetapi tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti itu masih bisa diselamatkan dengan baik oleh kiper Wolves, Wayne Hennessey. Peluang emas itu menjadi peluang pertama sekaligus terakhir The Reds di babak pertama ini, sebab setiap usaha dari tendangan yang mereka lancarkan selalu mampu diblok oleh pemain belakang tim tamu.
Barisan lini pertahanan Wolves sendiri tampil mengesankan di babak pertama, mereka sangat disiplin dalam menempel pemain depan tuan rumah. Fernando Torres dibuat mati kutu dan tak memiliki peluang satu pun di babak pertama ini. Akan tetapi, penampilan apik barisan belakang tim tamu itu tidak diimbangi oleh lini depan mereka, yang juga tak bisa berbuat apa-apa dengan serangan baliknya. Walhasil gol tak kunjung tercipta dan babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata.
Babak ke dua dimulai, The Reds langsung menggebrak tamu mereka. Sayang dua kali peluang emas David N'Gog di menit ke 47 dan 50 belum bisa membuahkan gol bagi Liverpool. Tandukannya memanfaatkan umpan Dirk Kuyt masih tepat dalam genggaman Hennessey dan yang ke dua, tendangannya saat menerima umpan Glen Johnson malah melebar.
Terlalu asik, lini belakang Liverpool sedikit lengah, bahkan publik Anfield harus terdiam di menit ke 53. Berawal dari serangan balik Sylvain Ebanks-Blake langsung mengirimkan umpan terobosan manis kepada Stephen Ward. Pepe Reina tak bisa berbuat banyak mengantisipasi tendangan Ward tersebut, skor pun berubah 0-1 untuk tim tamu. Bagi Ward, ini adalah gol pertamanya di Liga Premier Inggris.
Ketinggalan satu gol, Roy Hodgson pun mulai melakukan pergantian pemain, N'Gog ia tarik dan memasukkan striker Belanda, Ryan Babel. Pemain yang sering mendukung timnas Indonesia melalui Twitter itu pun langsung menjawabnya dengan peluang emas di menit ke 66. Sayang tendangannya masih diblok pemain belakang Wolves.
Di menit ke 73, Hodgson melakukan pergantian pemain lagi, bahkan dua pemain sekaligus. Joe Cole dan Fabio Aurelio ia masukkan untuk mengganti Raul Meireles dan Paul Konchesky.
Namun pergantian itu tetap tak berbuah hasil, serangan The Reds yang dimotori Steven Gerard tetap tak membuahkan hasil dan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu tetap tidak berubah hingga laga usai.Dengan kekalahan ini, Liverpool harus melorot ke peringkat 12, sedangkan Wolves meski menang mereka masih saja berkutat di zona degradasi, mereka tertahan di peringkat ke 18. Namun, bagi Wolves ini adalah prestasi tersendiri, sebab mereka menang dari The Reds terjadi pada 27 tahun lalu.
Sumber http://www.bola.net/inggris/review-the-reds-masih-terluka-941386.html
Langganan:
Postingan (Atom)


