Setelah menunjuk Steve Clarke sebagai asisten pelatih, legenda sekaligus caretaker Liverpool, Kenny Dalglish dikabarkan sedang menimbang kemungkinan untuk merekrut mantan punggawa Liverpool, Dietemar Hamann ke dalam jajaran staf pelatih, seperti diberitakan Goal, Kamis (13/1/2011).
Sejauh ini, dikabarkan terbesit niat Hamann untuk menekuni karier dibidang kepelatihan melihat kebugarannya yang mulai menurun. Bahkan, pemain asal Jerman ini dilaporakn sudah tidak lagi merumput bersama klubnya sekarang Milton Keynes Dons yang berkiprah di League One sejak Oktober 2010 silam lantaran cedera.
Mencermati situasi ini, Hamann diproyeksikan Dalglish menggantikan pos yang ditinggalkan Eduardo Marcia beberapa waktu lalu sebagai pelatih tim yunior Liverpool. Maklum saja bila Dalglish mengantongi nama Hamann untuk diajak bekerja sama. Hamann tercatat pernah mengantarkan Liverpool meraih mahkota juara Liga Champions Eropa pada 2005 silam. Diharpakan, pengalaman Hamann bisa ditularkan kepada pemain didikan Liverpool.
Dalglish nampaknya tidak hanya memfokuskan diri meracik performa Liverpool di atas lapangan saja. Tetapi juga membenahi susunan struktural kepelatihan Liverpool. Faktanya, baru-baru ini Dalglish beralinsi Damien Comolli yang bertugas sebagai Direktur strategi Liverpool. Sebelumnya, Comolli pernah bekerja di Tottenham Hotspur sebagai pemandu bakat. Bahkan, Comolli juga yang menemukan talenta fantastis Tottenham, seperti Gareth Bale dan Alan Hutton.
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/13/45/413351/dalglish-proyeksikan-hamann
Review : Blackpool 2-1 Liverpool
Di bawah asuhan Kenny ‘King’ Dalglish, Liverpool yang mengincar kemenangan di markas Blackpool, Bloomfield Road sempat bernapas lega melalui gol cepat dari Fernando Torres.
Aksi brillain Torres ini memang dinanti oleh seluruh Liverpuldian di muka bumi. Namun, keunggulan 1-0 ini tidak beresensi lagi setelah Liverpool harus menerima kenyataan pahit kalah dengan skor tipis 1-2 di tangan klub promosi.
Dalam duel yang berlangsung sengit itu, Torres berulang kali membahayakan gawang tim oposisi. Sayang, bomber timnas Spanyol itu harus bersabar untuk kembali mengoyak jala Blackpool yang dikawal ketat Richard Kingson.
Terlalu asyik menekan, Liverpool malah mengabaikan lini pertahananya. Memanfaatkan umpan David Vaughan, Gary Taylor-Fletcher yang lepas dari kawalan Martin Skrtel dan Daniel Agger bergerak bebas di depan Pepe Reina untuk kemudian menceplokan bola guna menyamakan kedudukan. Padahal, pertandingan baru berjalan 12 menit. Sejak itu, Blackpool seakan tidak gentar bermain di hadapan tim sekelas Liverpool.
Sejumlah peluang emas mewarnai jalannya laga babak pertama. Bahkan, Blackpool beberapa kali membuat jantung Pepe Reina berdegup kencang lantaran peluang yang mereka ciptakan selalu membahayakan.
Begitupun dengan Liverpool yang tidak pernah lelah mencoba membongkar pertahanan Blackpool melalui Dirk Kuyt dan Lucas Leiva. Sayang, usaha Liverpool masih terganjal kedisiplinan pemain bertahan Blackpool yang digawangi Stephen Cairney dkk. Hingga turun minum, kedua tim tampil sama kuat dengan skor 1-1.
Beralih di babak kedua, kedua tim berinisiatif meningkatkan tempo permainan. Blackpool yang tampil di depan pendukunya sendiri begitu termotivasi di depan gawang Liverpool. Kerja sama apik pun diperagakan oleh Luke Varney dan Taylor-Fletcher. Namun sejauh ini, keduanya belum bisa menaklukkan Reina.
Torres pun coba melakukan determinasinya ke lini pertahanan Blackpool. Tendangan spekulasi menjadi jurus andalan Torres untuk mengubah kedudukan. Namun upaya ini urung menjadi gol karena sepakannya acapkali membentur pemain belakang Blackpool.
Alih-alih mencetak gol, Reina harus memungut bola dari sarangnya lagi. Kenapa bisa? Kelalaian lini belangkang Liverpool mengantisipasi gerakan Dudley Campbell yang berdiri bebas menyambut umpan silang dari sisi sayap lapangan jadi pemicunya. 2-1, Blackpool membalik keadaan melalui tandukan Campbell.
Defisit dua gol, Liverpool tidak pernah lelah menggempur pertahanan Blackpool. Hanya saja, usaha Liverpool harus terhenti di tangan wasit yang membunyikan peluit panjang tanda berakhirnnya pertandingan.
Alhasil, Gol cepat Torres di menit ke 3 seakan menguap begitu saja. Rapor merah ini, membuat Liverpool untuk sementara waktu masih harus bergelut di papan bawah klasemen. Sedangkan, kemenangan ini kiranya menjadi modal berharga Blackpool menatap pertandingan selanjutnnya kontra West Bromwich Albion pada 15 Januari 2011 mendatang.
SUSUNAN PEMAIN
BLACKPOOL: 28-R. Kingson, 6-I. Evatt, 3-S. Crainey, 5-N. Eardley, 20-C. Cathcart, 26-C. Adam, 14-E. Grandin (23-M.Phillipis’64), 11-D. Vaughan, 39-D. Campbell, 16-L. Varney (15-A.Baptiste’84), 12-G. Taylor-Fletcher (4-K.Southern)
LIVERPOOL: 25-Pepe Reina, 2-G. Johnson, 5-D. Agger, 37-M. Skrtel, 34-M. Kelly, 28-C. Poulsen (24-D. N'Gog’85), 4-Raul Meireles, 21-Lucas, 18-D. Kuyt (33-J. Shelvey’76), 9-Fernando Torres, 14-M. Jovanovi
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/13/45/413354/45/liverpool-tumbang-ditangan-klub-promosi
Aksi brillain Torres ini memang dinanti oleh seluruh Liverpuldian di muka bumi. Namun, keunggulan 1-0 ini tidak beresensi lagi setelah Liverpool harus menerima kenyataan pahit kalah dengan skor tipis 1-2 di tangan klub promosi.
Dalam duel yang berlangsung sengit itu, Torres berulang kali membahayakan gawang tim oposisi. Sayang, bomber timnas Spanyol itu harus bersabar untuk kembali mengoyak jala Blackpool yang dikawal ketat Richard Kingson.
Terlalu asyik menekan, Liverpool malah mengabaikan lini pertahananya. Memanfaatkan umpan David Vaughan, Gary Taylor-Fletcher yang lepas dari kawalan Martin Skrtel dan Daniel Agger bergerak bebas di depan Pepe Reina untuk kemudian menceplokan bola guna menyamakan kedudukan. Padahal, pertandingan baru berjalan 12 menit. Sejak itu, Blackpool seakan tidak gentar bermain di hadapan tim sekelas Liverpool.
Sejumlah peluang emas mewarnai jalannya laga babak pertama. Bahkan, Blackpool beberapa kali membuat jantung Pepe Reina berdegup kencang lantaran peluang yang mereka ciptakan selalu membahayakan.
Begitupun dengan Liverpool yang tidak pernah lelah mencoba membongkar pertahanan Blackpool melalui Dirk Kuyt dan Lucas Leiva. Sayang, usaha Liverpool masih terganjal kedisiplinan pemain bertahan Blackpool yang digawangi Stephen Cairney dkk. Hingga turun minum, kedua tim tampil sama kuat dengan skor 1-1.
Beralih di babak kedua, kedua tim berinisiatif meningkatkan tempo permainan. Blackpool yang tampil di depan pendukunya sendiri begitu termotivasi di depan gawang Liverpool. Kerja sama apik pun diperagakan oleh Luke Varney dan Taylor-Fletcher. Namun sejauh ini, keduanya belum bisa menaklukkan Reina.
Torres pun coba melakukan determinasinya ke lini pertahanan Blackpool. Tendangan spekulasi menjadi jurus andalan Torres untuk mengubah kedudukan. Namun upaya ini urung menjadi gol karena sepakannya acapkali membentur pemain belakang Blackpool.
Alih-alih mencetak gol, Reina harus memungut bola dari sarangnya lagi. Kenapa bisa? Kelalaian lini belangkang Liverpool mengantisipasi gerakan Dudley Campbell yang berdiri bebas menyambut umpan silang dari sisi sayap lapangan jadi pemicunya. 2-1, Blackpool membalik keadaan melalui tandukan Campbell.
Defisit dua gol, Liverpool tidak pernah lelah menggempur pertahanan Blackpool. Hanya saja, usaha Liverpool harus terhenti di tangan wasit yang membunyikan peluit panjang tanda berakhirnnya pertandingan.
Alhasil, Gol cepat Torres di menit ke 3 seakan menguap begitu saja. Rapor merah ini, membuat Liverpool untuk sementara waktu masih harus bergelut di papan bawah klasemen. Sedangkan, kemenangan ini kiranya menjadi modal berharga Blackpool menatap pertandingan selanjutnnya kontra West Bromwich Albion pada 15 Januari 2011 mendatang.
SUSUNAN PEMAIN
BLACKPOOL: 28-R. Kingson, 6-I. Evatt, 3-S. Crainey, 5-N. Eardley, 20-C. Cathcart, 26-C. Adam, 14-E. Grandin (23-M.Phillipis’64), 11-D. Vaughan, 39-D. Campbell, 16-L. Varney (15-A.Baptiste’84), 12-G. Taylor-Fletcher (4-K.Southern)
LIVERPOOL: 25-Pepe Reina, 2-G. Johnson, 5-D. Agger, 37-M. Skrtel, 34-M. Kelly, 28-C. Poulsen (24-D. N'Gog’85), 4-Raul Meireles, 21-Lucas, 18-D. Kuyt (33-J. Shelvey’76), 9-Fernando Torres, 14-M. Jovanovi
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/13/45/413354/45/liverpool-tumbang-ditangan-klub-promosi
Dalglish Tetap Berjiwa Besar
Kekalahan 1-2 di laga tandang kontra Blackpool, ternyata tidak membuat caretaker Liverpool, Kenny Dalglish mengerut dada. Sebaliknya, mantan legenda The Reds itu menerima dengan lapang dada kegagalan yang diperoleh anak asuhnya. Memang, dalam partai yang berjalan dramatis itu, Liverpool sempat menggantung asa tinggi bisa mengakhiri laga dengan poin maksimal lewat gol Fernando Torres.
Tapi takdir berkata lain, Liverpool justru ambruk di tangan The Seasiders –julukan Blackpool. Dua gol yang dilesakkan Gary Taylor-Fletcer dan Dudley Campbell membuat gol kilat Fernando Torres di menit ke tiga sudah tidak ada artinya lagi.
Kendati tertunduk lesu, Dalglish coba menghibur anak asuhnya dan seluruh Liverpudlian yang menyaksikan pertandingan, Kamis (13/1/2011) dinihari tadi. “Anda dapat melihat usaha dan komitmen mereka. Ada keinginan dan kebanggaan tersendiri dari tim ini,” kata Dalglish di Skysports, Kamis (13/1/2011).
Tapi takdir berkata lain, Liverpool justru ambruk di tangan The Seasiders –julukan Blackpool. Dua gol yang dilesakkan Gary Taylor-Fletcer dan Dudley Campbell membuat gol kilat Fernando Torres di menit ke tiga sudah tidak ada artinya lagi.
Kendati tertunduk lesu, Dalglish coba menghibur anak asuhnya dan seluruh Liverpudlian yang menyaksikan pertandingan, Kamis (13/1/2011) dinihari tadi. “Anda dapat melihat usaha dan komitmen mereka. Ada keinginan dan kebanggaan tersendiri dari tim ini,” kata Dalglish di Skysports, Kamis (13/1/2011).
“Terkadang, Anda tidak peduli seberapa baik pemain Anda. Jika Anda tidak memiliki keyakinan dalam diri, itu tidak akan membantu diri Anda. Kami harus bekerja keras dengan rasa kepercayaan diri tinggi. Mereka tampil maksimal. Hanya saja, mereka tidak mendapat hasil apapun dari apa yang mereka kerjakan,” tutur Dalglish menyatakan, Liverpool masih memiliki harapan untuk bangkit
Ia melanjutkan. “Kami akan melewati semuanya dengan baik hingga titik tertentu. Kami akan bekerja ekstra serta berusaha mengembangkan optimisme. Inilah yang mereka butuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih positif.
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/13/45/413367/dalglish-tetap-berjiwa-besar
Langganan:
Postingan (Atom)


