Tak cukup meluapkan kegembiraanya, pelatih anyar Liverpool Kenny Dalglish juga melontarkan pujian untuk Raul Meireles dan Fernando Torres. Kedua pilar andalannya berjasa besar mengantarkan kemenangan 3-0 The Reds atas Wolverhampton Wanderers, Sabtu (22/1/2011) malam tadi.
Ya, Torres mencetak gol pembuka Liverpool di Molineux Stadium, tepat di menit 36. Meireles menggandakan keunggulan saat memasuki menit 50, sebelum Torres melengkapi kemenangan di penghujung laga.
“Saat ini, dia (Meireles) layak masuk nominasi peraih Sepatu Emas,” cetus Dalglish usai pertandingan. “Dia bermain baik seperti saat melawan Everton pekan lalu. Dia memang pesepakbola andal.
“Melakoni musim pertama di Premier League bukan perkara mudah. Tapi nyatanya, dia bisa membuktikan meski sempat melewati latihan pra-musim. Saya senang dengan permainannya,” paparnya.
Pelatih asal Skotlandia pun tak lupa mengapresiasi dua gol yang dipersembahkan Torres, yang berusaha keras mengakhiri paceklik saat rezim Roy Hodgson, pascacedera yang menghantuinya.
“Terlepas dari dua gol yang dicetaknya, dia (Torres) telah menunjukkan kerja kerasnya,” imbuh Dalglish, seraya mengingat tiga gol sepanjang empat laga The Kop dibawah asuhannya.
“Itu adalah penampilan terbaiknya, sejak saya datang. Bukan hanya karena golnya, tapi juga cara dia menaklukkan penjaga gawang. Dia terlihat ingin berbuat sesuatu untuk klub dan berhasil membuktikannya,” tutupnya, seperti dilansir Goal, Minggu (23/1/2011).
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/23/45/416875/pujian-dalglish-untuk-meireles-torres
Review : Wolves 0-3 Liverpool
Penyerang Fernando Torres mencetak dua gol yang ikut menentukan kemenangan Liverpool 3-0 atas Wolverhampton Wanderers pada lanjutan Premier League di Stadion Molineux, Sabtu (22/1/2011). Berkat itu, Liverpool mengoleksi 29 poin dan naik tiga tingkat ke posisi kesepuluh klasemen sementara.
Perjalanan Liverpool menuju kemenangan dibuka oleh Fernando Torres pada menit ke-37. Gol bermula dari umpan Christian Poulsen kepada Raul Meireles di kotak penalti.
Meireles berhasil menguasai bola serta mendapat waktu dan ruang mengeksekusinya. Namun, ia memilih menyodorkan bola ke tengah kotak. Bola disambar Torres dengan ayunan kaki kanan dan sesaat setelahnya bersarang di gawang tuan rumah.
Liverpool baru bisa menambah gol pada menit ke-50. Kali ini, gol dicetak Raul Meireles. Dari luar kotak penalti, ia menyambut bola sundulan Christophe Berra dengan tendangan voli yang meluncur masuk sudut kiri atas gawang Wayne Hennessey.
Selain itu, Liverpool juga mampu menciptakan sejumlah ancaman lain, yang tidak membuahkan gol akibat digagalkan Hennessey.
Pada menit ke-20 dan ke-21, misalnya, Fernando Torres melepaskan tembakan akurat dari tengah kotak penalti. Namun, keduanya mentah di tangan Hennessey.
Permainan Liverpool di babak kedua tampak lebih efektif. Dengan tekanan lebih ketat dari tuan rumah, Liverpool mampu menjaga ketenangan. Selain mampu mematahkan serangan, mereka juga menciptakan setidaknya dua kali serangan balik yang sangat menjanjikan gol.
Pada menit ke-68, misalnya, Meireles yang ada di tengah kotak penalti berhasil menjangkau umpan Maxi Rodriguez dan hanya perlu menaklukkan Hennessey untuk mencetak gol. Meireles mengeksekusi bola ke sudut kanan bawah gawang, tetapi bisa diantisipasi Hennessey.
Lima menit kemudian, Liverpool kembali melancarkan sebuah serangan balik yang berujung umpan dari Meireles kepada Jonjo Shelvey di kotak penalti. Jonjo Shelvey melepaskan tembakan, tetapi bola melambung di atas mistar gawang Wolves.
Terus menemui kegagalan, Liverpool tak kehilangan ketenangan dan fokus. Hasilnya, mereka berhasil menambah gol ketiga melalui Torres pada masa injury time. Memanfaatkan bola liar hasil bola yang lepas dari penguasaan Dirk Kuyt, Torres menembakkan bola dari tengah kotak penalti, masuk tengah gawang Wolves.
Pada akhirnya, Liverpool menang 3-0. Namun, performa mereka, terutama pada babak kedua, patut mendapatkan kredit lebih mengingat Wolves mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bola dan serangan, yang sayangnya tidak diikuti perbaikan kualitas eksekusi.
Jika di babak pertama Wolves menguasai bola sebanyak 50 persen dan melepaskan dua tembakan akurat dari empat usaha, di babak kedua mereka menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari sembilan usaha.
Adapun Liverpool, secara keseluruhan, menguasai bola sebanyak 41 persen dan menciptakan sembilan peluang emas dari 16 percobaan.
Susunan pemain:
Wolves: Wayne Hennessey; Christophe Berra, Richard Stearman, Stephen Ward, Ronald Zubar; Nenad Milijas, Karl Henry, Matthew Jarvis, Stephen Hunt (Adam Hammill 73); Steven Fletcher, Kevin Doyle
Liverpool: Pepe Reina; Daniel Agger, Martin Skrtel, Glen Johnson, Martin Kelly; Christian Poulsen (Jonjo Shelvey 73), Lucas, Maxi Rodriguez (Fabio Aurelio 81), Dirk Kuyt; Fernando Torres, Raul Meireles
Sumber http://bola.kompas.com/read/2011/01/22/21395029/Torres.Bawa.Liverpool.ke.10.Besar
Perjalanan Liverpool menuju kemenangan dibuka oleh Fernando Torres pada menit ke-37. Gol bermula dari umpan Christian Poulsen kepada Raul Meireles di kotak penalti.
Meireles berhasil menguasai bola serta mendapat waktu dan ruang mengeksekusinya. Namun, ia memilih menyodorkan bola ke tengah kotak. Bola disambar Torres dengan ayunan kaki kanan dan sesaat setelahnya bersarang di gawang tuan rumah.
Liverpool baru bisa menambah gol pada menit ke-50. Kali ini, gol dicetak Raul Meireles. Dari luar kotak penalti, ia menyambut bola sundulan Christophe Berra dengan tendangan voli yang meluncur masuk sudut kiri atas gawang Wayne Hennessey.
Selain itu, Liverpool juga mampu menciptakan sejumlah ancaman lain, yang tidak membuahkan gol akibat digagalkan Hennessey.
Pada menit ke-20 dan ke-21, misalnya, Fernando Torres melepaskan tembakan akurat dari tengah kotak penalti. Namun, keduanya mentah di tangan Hennessey.
Permainan Liverpool di babak kedua tampak lebih efektif. Dengan tekanan lebih ketat dari tuan rumah, Liverpool mampu menjaga ketenangan. Selain mampu mematahkan serangan, mereka juga menciptakan setidaknya dua kali serangan balik yang sangat menjanjikan gol.
Pada menit ke-68, misalnya, Meireles yang ada di tengah kotak penalti berhasil menjangkau umpan Maxi Rodriguez dan hanya perlu menaklukkan Hennessey untuk mencetak gol. Meireles mengeksekusi bola ke sudut kanan bawah gawang, tetapi bisa diantisipasi Hennessey.
Lima menit kemudian, Liverpool kembali melancarkan sebuah serangan balik yang berujung umpan dari Meireles kepada Jonjo Shelvey di kotak penalti. Jonjo Shelvey melepaskan tembakan, tetapi bola melambung di atas mistar gawang Wolves.
Terus menemui kegagalan, Liverpool tak kehilangan ketenangan dan fokus. Hasilnya, mereka berhasil menambah gol ketiga melalui Torres pada masa injury time. Memanfaatkan bola liar hasil bola yang lepas dari penguasaan Dirk Kuyt, Torres menembakkan bola dari tengah kotak penalti, masuk tengah gawang Wolves.
Pada akhirnya, Liverpool menang 3-0. Namun, performa mereka, terutama pada babak kedua, patut mendapatkan kredit lebih mengingat Wolves mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bola dan serangan, yang sayangnya tidak diikuti perbaikan kualitas eksekusi.
Jika di babak pertama Wolves menguasai bola sebanyak 50 persen dan melepaskan dua tembakan akurat dari empat usaha, di babak kedua mereka menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari sembilan usaha.
Adapun Liverpool, secara keseluruhan, menguasai bola sebanyak 41 persen dan menciptakan sembilan peluang emas dari 16 percobaan.
Susunan pemain:
Wolves: Wayne Hennessey; Christophe Berra, Richard Stearman, Stephen Ward, Ronald Zubar; Nenad Milijas, Karl Henry, Matthew Jarvis, Stephen Hunt (Adam Hammill 73); Steven Fletcher, Kevin Doyle
Liverpool: Pepe Reina; Daniel Agger, Martin Skrtel, Glen Johnson, Martin Kelly; Christian Poulsen (Jonjo Shelvey 73), Lucas, Maxi Rodriguez (Fabio Aurelio 81), Dirk Kuyt; Fernando Torres, Raul Meireles
Sumber http://bola.kompas.com/read/2011/01/22/21395029/Torres.Bawa.Liverpool.ke.10.Besar
Babel Hengkang, Itu Haknya
Pelatih Liverpool Kenny Dalglish menegaskan Ryan Babel akan bertahan di Anfield hingga akhir musim ini. Berbagai spekulasi mengenai rencana kepindahan Babel memang tengah gencar diberitakan.
Babel kini tengah merenungkan tawaran yang menghapirinya dalam beberapa minggu. Salah satu klub Bundesliga Hoffenheim, dikabarkan telah melakukan penawaran yang serius terhadap Babel.
“Yah, kami telah menerima tawaran dari Hoffenheim. Ryan telah mempertimbangkan apa yang ingin dia lakukan,” ujar Dalglish pada Liverpoolfc.tv.
Dalglish pun mengaku dirinya tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah niat Babel. Dalglish menyerahkan seluruh keputusan kepada winger asal Belanda tersebut.
“Itu haknya. Kesepakatan hanya terjadi jika ketiga belah pihak sudah setuju. Tidak ada masalah bagi kami. Jika dia di sini, kami akan memperlakukannya sama dengan yang lain,” jelasnya, seperti dilansir Tribalfootball, Jumat, (21/01/2011).
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/21/45/416647/dalglish-babel-hengkang-itu-haknya
Babel kini tengah merenungkan tawaran yang menghapirinya dalam beberapa minggu. Salah satu klub Bundesliga Hoffenheim, dikabarkan telah melakukan penawaran yang serius terhadap Babel.
“Yah, kami telah menerima tawaran dari Hoffenheim. Ryan telah mempertimbangkan apa yang ingin dia lakukan,” ujar Dalglish pada Liverpoolfc.tv.
Dalglish pun mengaku dirinya tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah niat Babel. Dalglish menyerahkan seluruh keputusan kepada winger asal Belanda tersebut.
“Itu haknya. Kesepakatan hanya terjadi jika ketiga belah pihak sudah setuju. Tidak ada masalah bagi kami. Jika dia di sini, kami akan memperlakukannya sama dengan yang lain,” jelasnya, seperti dilansir Tribalfootball, Jumat, (21/01/2011).
Sumber http://bola.okezone.com/read/2011/01/21/45/416647/dalglish-babel-hengkang-itu-haknya
Langganan:
Postingan (Atom)


