Tersingkir dari Liga Europa menutup semua peluang Liverpool merengkuh gelar juara. Meski dirasa pahit, Pepe Reina tetap meilhat banyak hal positif didapat The Reds saat ini.
Di Anfield, Jumat (18/3/2011) dinihari WIB Liverpool gagal membalas kekalahan 0-1 yang diderita di kandang Braga dua pekan lalu. Cuma bermain imbang 0-0, The Reds harus menerima kenyataan pahit terdepak dari kompetisi terakhir di mana mereka punya peluang meraih trofi juara.
Meski out dari kompetisi Eropa, Pepe Reina menilai kegagalan tersebut tidak lantas menodai tren bagus yang dicatatkan Liverpool dalam beberapa bulan ke belakang. Yang di maksud kiper asal Spanyol itu adalah konsistensi yang ditunjukkan 'Si Merah' pasca kedatangan Kenny Dalglish.
"Kami sudah lebih baik dalam tiga bulan terakhir dan itu sesuatu yang positif. Kita harus melihat pada gambaran yang lebih besar dan kami menunjukkan kemajuan, kami terus tumbuh," sahut Reina di situs resmi klubnya.
"Kami kecewa dan kami tahu kalau tak ada lagi trofi yang bisa kami perjuangkan sekarang. Sekarang kami harus memastikan kalau kami bisa finis dalam posisi terbaik di liga," lanjut Reina.
Sempat terjerembab di zona degradasi, Liverpool saat ini bertengger di posisi enam klasemen sementara dengan poin dikumpulkan berjumlah 42. Dengan ada sembilan pertandingan tersisa, mereka tertinggal sembilan angka dari Chelsea di posisi empat, yang merupakan jatah terakhir menuju Liga Champions.
Meski peluang berlaga di Liga Champions musim depan masih terbuka, Reina cuma menargetkan Liverpool bisa finis di posisi lima untuk bisa kembali berlaga di Eropa melalui Liga Europa.
"Ini periode yang sulit dan tidak menyenangkan tapi masih ada dua bulan di depan kami dan kami harus terus melaju. Tentu saja (posisi) kelima masih mungkin. Masih ada sembilan pertandingan dan banyak poin bisa didapat. Tottenham masih bermain di Liga Champions dan masih punya banyak pertandingan. Semoga kami akan cukup memenangi pertandingan untuk bisa finis kelima," tuntas Reina.
Sumber
Liverpool Gagal, Dalglish Frustasi
Liverpool tereliminiasi dari Liga Europa usai hanya bermain imbang 0-0 saat menghadapi Braga di Anfield dalam leg II babak 16 besar dinihari tadi. Hasil imbang itu membuat The Reds tersingkir karena di leg I kalah 0-1.
Di situs resmi Liverpool dituliskan bahwa Dalglish tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya pasca gagal membawa tim berlambang burung liver itu melaju.
"Lawan bermain sangat terorganisisr dan kami paham sebelum pertandingan ini bahwa tanggungjawab untuk mencetak gol ada pada kami. Mungkin bila tandukan Andy Carroll bisa masuk, mungkin hasilnya bisa berbeda," ujar Dalglish.
Suksesor Roy Hodgson itu mengatakan bahwa timnya memiliki kekurangan dalam kreatifitas dalam laga dinihari tadi. Selain itu Dalglish juga menyebut bahwa timnya kurang beruntung.
"Anda harus benar-benar kreatif bila ingin mengalahkan tim yang bermain dengan sangat terorganisir. Atau selain itu, Anda harus membutuhkan sedikit keberuntungan," lugas manajer kelahiran 4 Maret 1951 tersebut.
"Kami jelas tidak beruntung dalam dua leg menghadapi Braga, namun saya kira orang akan mengatakan hal yang sama. Seperti halnya tim lain yang ada di dunia, kami seharusnya sedikit lebih kreatif. Namun ternyata kami tak ada bedanya dengan yang lain," tuntas dia.
Sumber
Imbang, Liverpool Tersingkir
Liverpool harus melupakan ambisi untuk menjadi juara Liga Europa setelah bermain imbang 0-0 dengan Braga di Anfield. Hasil itu membuat The Reds tersingkir.
Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (18/3/2011) dinihari WB, Liverpool turun dengan memasang Andy Carroll sejak awal pertandingan. Ia ditemani oleh Dirk Kuyt dan dibantu oleh Raul Meireles dari lini kedua.
Di babak kedua, Liverpool juga mencoba menjadi lebih ofensif dengan memasukkan David Ngog dengan menarik Joe Cole.
Formasi itu sendiri terbilang ampuh lantaran 'Si Merah' terbukti unggul penguasaan bola 67:33 dan melepaskan lebih banyak tembakan, yakni 13 berbanding tiga. Kendati demikian, tak satu pun peluang berhasil berbuah menjadi gol.
Pada akhirnya, kemenangan Braga 1-0 di laga perdana menjadi hasil penentu. Akibat hasil tersebut, Liverpool kini harus melupakan diri untuk mengangkat trofi Eropa musim ini.
Liverpool sempat mendapatkan peluang di menit ketujuh ketika Carroll memenangi perebutan bola di udara. Bola kemudian diterima oleh Cole yang langsung melepaskan tendangan. Peluang ini berakhir dengan kiper Braga, Guilherme Artur, melakukan penyelamatan dengan baik.
Liverpool terus berusaha menyerang untuk mendapatkan gol cepat. Di menit 27, Meireles mengirimkan umpan ke arah kotak penalti. Namun usaha gelandang asal Portugal itu digagalkan oleh tangkapan Artur di dalam boks.
Di menit 33, Carroll terjatuh di dalam kotak penalti setelah mencoba menerima umpan silang dari Kuyt. Namun demikian, tak ada penalti yang diberikan, kendati sang bomber berteriak memintanya.
Tiga menit menjelang turun minum, peluang Liverpool kembali datang. Paulao berhasil menghalaunya dan Liverpool pun mendapatkan tendangan penjuru. Usaha melalui sepak pojok ini juga masih bisa digagalkan Artur.
Babak pun pertama berakhir tanpa gol. Liverpool tampil relatif dominan di paruh pertama ini.
Di menit 53, Cole mengirimkan umpan ke depan gawang. Sial baginya, umpannya belum menemui sasaran lantaran lewat di atas kepala Maxi Rodriguez.
Semenit kemudian, giliran Maxi sendiri yang berusaha sendiri. Ia melepaskan tendangan ke arah gawang, namun masih belum menemui sasaran. Tendangan gawang untuk Braga.
Di menit 61, Braga mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Berawal dari sebuah tendangan penjuru, bola jatuh di kaki Silvio. Tendangannya membentur pemain Liverpool dan jatuh di kaki Alan yang berada di depan gawang. Sial untuk nama terakhir, tendangannya meleset tipis di samping jala Jose Reina.
Liverpool juga mendapatkan satu kesempatan emas terakhir di menit 84 melalui Carroll. Sial baginya, sundulannya ke arah gawang malah mengenai punggung Kuyt.
Usaha berikutnya tak lama kemudian, melalui tendangan Martin Skrtel, juga belum menemui hasil lantaran sukses diblok oleh Artur.
Susunan Pemain
Liverpool: Reina, Carragher, Johnson, Skrtel, Wilson, Cole (Ngog 75), Meireles, Lucas, Maxi (Spearing 76), Kuyt, Carroll.
Braga: Artur, Angelo Miguel Garcia, Paulao, Valdelomar, Silvio, Hugo Viana, Vanderson (Kaka 73), Leandro Salino (Mossoro 89), Alan, Rocha Paulo Cesar, Lima (Ze Meyong 84).
Sumber
Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (18/3/2011) dinihari WB, Liverpool turun dengan memasang Andy Carroll sejak awal pertandingan. Ia ditemani oleh Dirk Kuyt dan dibantu oleh Raul Meireles dari lini kedua.
Di babak kedua, Liverpool juga mencoba menjadi lebih ofensif dengan memasukkan David Ngog dengan menarik Joe Cole.
Formasi itu sendiri terbilang ampuh lantaran 'Si Merah' terbukti unggul penguasaan bola 67:33 dan melepaskan lebih banyak tembakan, yakni 13 berbanding tiga. Kendati demikian, tak satu pun peluang berhasil berbuah menjadi gol.
Pada akhirnya, kemenangan Braga 1-0 di laga perdana menjadi hasil penentu. Akibat hasil tersebut, Liverpool kini harus melupakan diri untuk mengangkat trofi Eropa musim ini.
Liverpool sempat mendapatkan peluang di menit ketujuh ketika Carroll memenangi perebutan bola di udara. Bola kemudian diterima oleh Cole yang langsung melepaskan tendangan. Peluang ini berakhir dengan kiper Braga, Guilherme Artur, melakukan penyelamatan dengan baik.
Liverpool terus berusaha menyerang untuk mendapatkan gol cepat. Di menit 27, Meireles mengirimkan umpan ke arah kotak penalti. Namun usaha gelandang asal Portugal itu digagalkan oleh tangkapan Artur di dalam boks.
Di menit 33, Carroll terjatuh di dalam kotak penalti setelah mencoba menerima umpan silang dari Kuyt. Namun demikian, tak ada penalti yang diberikan, kendati sang bomber berteriak memintanya.
Tiga menit menjelang turun minum, peluang Liverpool kembali datang. Paulao berhasil menghalaunya dan Liverpool pun mendapatkan tendangan penjuru. Usaha melalui sepak pojok ini juga masih bisa digagalkan Artur.
Babak pun pertama berakhir tanpa gol. Liverpool tampil relatif dominan di paruh pertama ini.
Di menit 53, Cole mengirimkan umpan ke depan gawang. Sial baginya, umpannya belum menemui sasaran lantaran lewat di atas kepala Maxi Rodriguez.
Semenit kemudian, giliran Maxi sendiri yang berusaha sendiri. Ia melepaskan tendangan ke arah gawang, namun masih belum menemui sasaran. Tendangan gawang untuk Braga.
Di menit 61, Braga mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Berawal dari sebuah tendangan penjuru, bola jatuh di kaki Silvio. Tendangannya membentur pemain Liverpool dan jatuh di kaki Alan yang berada di depan gawang. Sial untuk nama terakhir, tendangannya meleset tipis di samping jala Jose Reina.
Liverpool juga mendapatkan satu kesempatan emas terakhir di menit 84 melalui Carroll. Sial baginya, sundulannya ke arah gawang malah mengenai punggung Kuyt.
Usaha berikutnya tak lama kemudian, melalui tendangan Martin Skrtel, juga belum menemui hasil lantaran sukses diblok oleh Artur.
Susunan Pemain
Liverpool: Reina, Carragher, Johnson, Skrtel, Wilson, Cole (Ngog 75), Meireles, Lucas, Maxi (Spearing 76), Kuyt, Carroll.
Braga: Artur, Angelo Miguel Garcia, Paulao, Valdelomar, Silvio, Hugo Viana, Vanderson (Kaka 73), Leandro Salino (Mossoro 89), Alan, Rocha Paulo Cesar, Lima (Ze Meyong 84).
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)

