Jelang Liverpool vs Chelsea : Uji Konsistensi The Anfield Gang

Liverpool merupakan klub paling gemerlap di Inggris. Sudah 40 gelar utama menghiasi lemari koleksi trofi milik mereka. Artinya, kesulitan yang dihadapi sekarang sulit ditolerir. Dalam lima tahun terakhir Liverpool hanya merengkuh gelar juara FA Cup.

Menjamu Chelsea, Ahad (7/11), merupakan ujian istimewa buat The Reds. The Blues merupakan kekuatan baru, mencuat sejak uang Roman Abramovich mengguyur mereka mulai 2003. Jika Liverpool hanya satu gelar, Chelsea meraih lima trofi yang tiga di antaranya paling diincar di Inggris, Liga Premier.

Jamu Chelsea, "The Reds" Siaga Satu

Jelang bigmatch melawan Chelsea, Pelatih Liverpool, Roy Hodgson, menutut timnya siaga satu. Semua pemain harus tampil disiplin dan menjalankan tugasnya masing-masing.

Chelsea sedang dalam kondisi sempurna di Premier League. John Terry dan kawan-kawan hanya kalah sekali dan kini duduk nyaman di singgasana klasemen. Meski demikian, Hodgson percaya timnya bisa membuat kejutan di pertandingan ini.

Maxi Temukan Kenyamanan

Gol kedua untuk Liverpool akhirnya datang sejak ditansfer awal tahun 2010. Gol semata wayang pemain internasional Argentina itu menjadi penentu kemenangan atas Bolton Wanderers akhir pekan lalu. Maxi kini percaya diri dan yakin timnya mampu menjungkalkan Chelsea di Anfield, Ahad (7/11).

Walaupun tidak ada jaminan dirinya masuk starting line-up Maxi mengklaim, dirinya mulai menemukan kenyamakan seperti ketika bermain untuk Atletico Madrid. Proses adaptasi semakin sulit mengingat Liverpool berganti manajer dan pemilik.

YOU'LL NEVER WALK ALONE