Arsitek Liverpool Roy Hodgson mengatakan sejak pertama kali melatih tim dirinya tidak pernah mendapat dukungan penuh dari Liverpudlian, suporter fanatik The Reds. Pernyataannya menyusul kekalahan tim 1-0 dari Wolverhampton Wanderers di Anfield.
Seruan agar Hodgson turun digalang Liverpudlian setelah melihat tim kesayangannya dipermalukan Wolves. Mereka marah melihat posisi klub yang tinggal tiga poin lagi terbenam ke jurang degradasi. Teriakan agar Kenny Dalglish, yang sempat menjadi kandidat utama pengganti Rafael Benitez pada musim panas lalu, untuk menggantikan Hodgson kembali terdengar.
“Sejak datang di Anfield, saya tidak pernah mendapat dukungan penuh di sini,” terang Hodgson, yang menambah performa buruk Liverpool pada awal musim sejak terdegradasi pada musim 1953-54, Kamis (30/12).
Hodgson menilai masalah utama yang dihadapinya saat ini adalah permasalahan pada kedua pemilik, Atom Hicks dan George Gillet. Dukungan Liverpudlian agar Dalglish menggantikannya juga menjadi sandungan utama keinginannya untuk bertahan hingga akhir musim. Namun ia menegaskan ini adalah hal logis yang diterima pelatih ketika gagal memberikan hasil positif. “Saya berharap suporter akan menjadi suporter karena kami memerlukan dukungan. Kami tidak ingin mendapat kekalahan. Permainan kami memang bermasalah, jadi saya pikir ini waktunya bagi suporter membantu kami,” jelasnya.
Ia mengatakan timnya bukannya tidak berusaha memenangkan pertandingan. Cuma, menurutnya saat ini para pemainnya kurang memberikan kualitas dan tidak tampil percaya diri di lapangan. “Namun hal-hal negatif seperti itu tidak akan membantu,” tegasnya.
Toh, ia mengakui ini menjadi kekalahan terburuk Liverpool musim ini. Bahkan kekalahan ini lebih buruk ketika tim kalah dari Northampton maupun Blackpool. “Kami berharap mendapat hasil positif namun kenyataannya terbalik. Kami tampil sangat buruk. Sedih mengakhiri 2010 dengan kekalahan di depan suporter sendiri,” katanya.
Sumber http://bola.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2010/12/30/brk,20101230-302650,id.html
Hodgson Balas Liverpudlians Dengan Tuntutan
Roy Hodgson jadi sasaran kekecewaan para pendukung Liverpool saat kalah dari Wolverhampton Wanderers. Mengaku sudah mulai terbiasa, Hodgson tetap membalas itu dengan tuntutan untuk fans.
Liverpool menelan hasil buruk setelah dipermalukan Wolves 0-1 di Anfield, Kamis (30/12/2010) dinihari WIB. Akibatnya, Hodgson selaku manajer 'Si Merah' pun jadi bulan-bulanan ejekan para Liverpudlians.
Ribuan fans diberitakan melontarkan seruan sarkastis "Hodgson untuk (timnas) Inggris" setelah ia memasukkan Ryan Babel untuk menggantikan David Ngog di paruh kedua laga.
Bukan hanya itu para fans tuan rumah juga meneriakkan nama Kenny Dalglish, pemain legendaris Liverpool yang juga pernah menangani klub tersebut. Sebelum Hodgson menempati kursi manajer sepeninggal Rafael Benitez, fans memang menjagokan Dalglish untuk posisi tersebut.
"Aku sudah terbiasa. Memang begitu adanya. Ia adalah pesaing untuk pekerjaan ini tapi akhirnya pekerjaan ini diberikan kepadaku dan ia adalah seorang legenda Liverpool," komentar Hodgson di AFP.
"Aku tidak suka mendengar hal-hal (cibiran) itu. Hal itu bukan sesuatu yang aku hargai, tapi aku juga tidak bisa mengontrolnya. Aku sedang berusaha sebaik mungkin melakukan pekerjaan ini dan aku bekerja keras," paparnya.
Hodgson berusaha memahami posisi dirinya saat ini di mata para fans, terlebih lagi prestasi Liverpool memang sedang kurang oke. Namun, ia juga berharap justru di saat sulit seperti itulah mereka bisa memberikan dukungan untuk tim kesayangan.
"Semenjak aku datang, dukungan Anfield yang luar biasa belum benar-benar kelihatan. Aku harus berharap fans-fans akan menjadi suporter karena kami butuh dukungan. Kami kan tidak kalah dengan sengaja."
"Anda sudah pernah melihat bagaimana para pemain ini. Mereka kini hanya sedang tidak bermain seperti yang sudah mereka lakukan di masa lalu, jadi aku pikir inilah saatnya buat fans untuk ikut membantu kami," tuntut Hodgson.
Sumber http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/133501/1535976/72/hodgson-balas-cibiran-liverpudlians-dengan-tuntutan?b99110270
Liverpool menelan hasil buruk setelah dipermalukan Wolves 0-1 di Anfield, Kamis (30/12/2010) dinihari WIB. Akibatnya, Hodgson selaku manajer 'Si Merah' pun jadi bulan-bulanan ejekan para Liverpudlians.
Ribuan fans diberitakan melontarkan seruan sarkastis "Hodgson untuk (timnas) Inggris" setelah ia memasukkan Ryan Babel untuk menggantikan David Ngog di paruh kedua laga.
Bukan hanya itu para fans tuan rumah juga meneriakkan nama Kenny Dalglish, pemain legendaris Liverpool yang juga pernah menangani klub tersebut. Sebelum Hodgson menempati kursi manajer sepeninggal Rafael Benitez, fans memang menjagokan Dalglish untuk posisi tersebut.
"Aku sudah terbiasa. Memang begitu adanya. Ia adalah pesaing untuk pekerjaan ini tapi akhirnya pekerjaan ini diberikan kepadaku dan ia adalah seorang legenda Liverpool," komentar Hodgson di AFP.
"Aku tidak suka mendengar hal-hal (cibiran) itu. Hal itu bukan sesuatu yang aku hargai, tapi aku juga tidak bisa mengontrolnya. Aku sedang berusaha sebaik mungkin melakukan pekerjaan ini dan aku bekerja keras," paparnya.
Hodgson berusaha memahami posisi dirinya saat ini di mata para fans, terlebih lagi prestasi Liverpool memang sedang kurang oke. Namun, ia juga berharap justru di saat sulit seperti itulah mereka bisa memberikan dukungan untuk tim kesayangan.
"Semenjak aku datang, dukungan Anfield yang luar biasa belum benar-benar kelihatan. Aku harus berharap fans-fans akan menjadi suporter karena kami butuh dukungan. Kami kan tidak kalah dengan sengaja."
"Anda sudah pernah melihat bagaimana para pemain ini. Mereka kini hanya sedang tidak bermain seperti yang sudah mereka lakukan di masa lalu, jadi aku pikir inilah saatnya buat fans untuk ikut membantu kami," tuntut Hodgson.
Sumber http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/133501/1535976/72/hodgson-balas-cibiran-liverpudlians-dengan-tuntutan?b99110270
Upaya Renaisans The Reds Gagal
Kembalinya Steven Gerrard pada laga melawan Wolverhampton Wanderers sempat menimbulkan optimisme bagi Liverpool. Manajer Roy Hodgson yakin performa timnya akan kembali ke trek yang benar dengan kehadiran sang kapten.
Nyatanya, jauh panggang dari api. The Reds takluk 0-1 dari Wolves.
"Kami sebenarya berharap menjadikan laga ini sebagai renaisans. Nyaranya, itu tak terjadi," jelas Hodgson usai pertandingan.
Hodgson mengakui jika Liverpool tampil buruk. "Kami mencoba banyak usaha, tapi tak pernah menciptakan produk akhir yang diinginkan. Para pemain sangat kecewa, fans pun marah. Itu bisa dimengerti," ungkap. "Kami bisa dikatakan kurang beruntung. Hasil 0-0 seharusnya lebih adil untuk laga ini."
Kendati demikian, Hodgson meminta para pemainnya termasuk juga fans untuk tidak panik. Dia masih punya keyakinan Liverpool bakal bangkit. Berbeda dengan Hodgson, Mick McCarthy menyambut gembira kemenangan atas Liverpool. Dia pun memuji Stephen Ward yang membobol gawang Pepe Reina sebagai pahlawan timnya.
Sumber http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Internasional/Liga-Inggris/Premier-League/News/Upaya-Renaisans-The-Reds-Gagal
Nyatanya, jauh panggang dari api. The Reds takluk 0-1 dari Wolves.
"Kami sebenarya berharap menjadikan laga ini sebagai renaisans. Nyaranya, itu tak terjadi," jelas Hodgson usai pertandingan.
Hodgson mengakui jika Liverpool tampil buruk. "Kami mencoba banyak usaha, tapi tak pernah menciptakan produk akhir yang diinginkan. Para pemain sangat kecewa, fans pun marah. Itu bisa dimengerti," ungkap. "Kami bisa dikatakan kurang beruntung. Hasil 0-0 seharusnya lebih adil untuk laga ini."
Kendati demikian, Hodgson meminta para pemainnya termasuk juga fans untuk tidak panik. Dia masih punya keyakinan Liverpool bakal bangkit. Berbeda dengan Hodgson, Mick McCarthy menyambut gembira kemenangan atas Liverpool. Dia pun memuji Stephen Ward yang membobol gawang Pepe Reina sebagai pahlawan timnya.
Sumber http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Internasional/Liga-Inggris/Premier-League/News/Upaya-Renaisans-The-Reds-Gagal
Langganan:
Postingan (Atom)

