Kendati pinangan terhadap Fernando Torres sudah ditolak manajemen Liverpool, pemilik Chelsea Roman Abramovich tidak mau menyerah begitu saja. Abramovich dikabarkan telah menaikkan harga penawaran untuk striker asal Spanyol tersebut hingga £60 juta.
Dilansir suratkabar Mirror, sumber dalam Liverpool menyebutkan, bila Liverpool menerima tawaran itu, maka manajer Kenny Dalglish bakal memiliki dana besar untuk membangun kembali The Reds.
Hanya saja, pemilik Liverpool belum berani mengambil keputusan. Sebab, mereka bakal berhadapan dengan suporter yang tidak mau kehilangan Torres.
Sementara itu, manajer Chelsea Carlo Ancelotti enggan memberikan komentar mengenai penolakan Liverpool terhadap pinangan kepada Torres.
“Saya tidak mau membicarakan masalah ini, sebaiknya Anda bertanya kepada klub. Dia bukan pemain saya, dan saya harus menghormati Liverpool,” ujar Ancelotti dilansir Reuters.
“Saya tidak terlalu terkejut, karena saya tahu persis apa yang dilakukan klub. Saya senang karena klub telah melakukan pekerjaan fantastis pada bursa transfer. Klub berusaha melakukan apapun untuk meningkatkan kualitas tim.”
Sumber
Ancelotti Tidak Ingin Berbicara Mengenai Torres
Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti, enggan membicarakan isu Fernando Torres yang ingin hengkang ke Chelsea. Pelatih asal Italia ini lebih suka membicarakan soal pertandingan "The Blues" selanjutnya lawan Everton.
"Saya tak mau berbicara soal ini (rumor Torres, Red). Anda harus menanyakan soal ini kepada petinggi klub. Dia bukan pemain saya dan saya harus menghormati Liverpool. Saya tak suka berbicara seperti ini," kata Ancelotti kepada SunSport.
"Kami punya pertandingan penting melawan Everton. Saya hanya ingin berbicara soal ini. Jika Anda tidak mau berbicara soal Everton, saya bisa pergi dan makan siang," tegasnya.
Beberapa media Inggris memang tengah marak memberitakan keinginan Torres untuk membela Chelsea. Ini terjadi setelah terkuaknya permintaan penyerang asal Spanyol tersebut kepada Liverpool untuk mempertimbangkan penawaran "The Blues".
Sebelumnya, banyak yang menilai kehadiran Torres untuk menjadi pengganti dari Didier Drogba. Maklum, Drogba kini mulai tak bertenaga karena digerogoti usia, selain mengidap malaria. Tetapi, Ancelotti membantah hal tersebut.
"Drogba tak punya masalah. Dia bisa bermain dengan siapa pun. Untuk pertandingan melawan Everton, saya tak butuh penyerang tambahan. Tapi, di masa depan, saya tidak tahu," jelas Don Carletto.
Sumber
Gerrard: Dalglish Ceriakan Anfield
Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mengungkapkan, Manajer Kenny Dalglish telah melambungkan moral dan level performa tim, seperti terlihat dari semakin konsistennya mereka meraih hasil positif.
Dalglish melatih Liverpool menggantikan Roy Hodgson, 8 Januari lalu. Hodgson dipecat setelah memimpin Liverpool mengarungi 20 laga Premier League, dengan rekor tujuh kali menang, empat kali seri, dan sembilan kali kalah.
Bandingkan dengan Dalglish, yang telah membawa Liverpool melewati empat pertandingan dengan rekor sekali kalah, dua kali imbang, dan dua kali menang. Kemenangan itu diraih secara beruntun pada dua pertandingan terakhir, yaitu 3-0 atas Wolverhampton Wanderers dan 1-0 atas Fulham.
Berkat itu, Liverpool yang sempat sulit masuk 10 besar klasemen sementara, kini duduk di tempat ketujuh dengan 32 poin, atau kalah sembilan angka dari Chelsea di posisi keempat (zona Liga Champions).
"Sejak manajer datang, latihan langsung berubah. Kami mengalami beberapa pergantian pelatih yang membawa ide dan metode berbeda," ujar Gerrard.
"Suasana latihan selama beberapa pekan terakhir sangat menyenangkan dan aku pikir, teman-teman telah membawa atmosfer itu ke lapangan, seperti saat melawan Wolves, di mana kami bermain dengan bebas dan teman-teman begitu luar biasa."
"Aku pikir, saat Hodgson pergi, performa kami tidak cukup bagus. Posisi liga kami tak cukup bagus dan Anda tahu bahwa di klub ini hasil adalah segalanya.""Manajer baru memberikan dampak penting dalam mengangkat posisi. Aku pikir, manajer baru telah mengangkat seluruh warga klub ini. Ia telah menyatukan semua orang dan perubahan mental dan sikap pemain," tuturnya.
Sumber
Dalglish melatih Liverpool menggantikan Roy Hodgson, 8 Januari lalu. Hodgson dipecat setelah memimpin Liverpool mengarungi 20 laga Premier League, dengan rekor tujuh kali menang, empat kali seri, dan sembilan kali kalah.
Bandingkan dengan Dalglish, yang telah membawa Liverpool melewati empat pertandingan dengan rekor sekali kalah, dua kali imbang, dan dua kali menang. Kemenangan itu diraih secara beruntun pada dua pertandingan terakhir, yaitu 3-0 atas Wolverhampton Wanderers dan 1-0 atas Fulham.
Berkat itu, Liverpool yang sempat sulit masuk 10 besar klasemen sementara, kini duduk di tempat ketujuh dengan 32 poin, atau kalah sembilan angka dari Chelsea di posisi keempat (zona Liga Champions).
"Sejak manajer datang, latihan langsung berubah. Kami mengalami beberapa pergantian pelatih yang membawa ide dan metode berbeda," ujar Gerrard.
"Suasana latihan selama beberapa pekan terakhir sangat menyenangkan dan aku pikir, teman-teman telah membawa atmosfer itu ke lapangan, seperti saat melawan Wolves, di mana kami bermain dengan bebas dan teman-teman begitu luar biasa."
"Aku pikir, saat Hodgson pergi, performa kami tidak cukup bagus. Posisi liga kami tak cukup bagus dan Anda tahu bahwa di klub ini hasil adalah segalanya.""Manajer baru memberikan dampak penting dalam mengangkat posisi. Aku pikir, manajer baru telah mengangkat seluruh warga klub ini. Ia telah menyatukan semua orang dan perubahan mental dan sikap pemain," tuturnya.
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)

