Alasan Torres Ingin Hengkang

Fernando Torres memutuskan menyurati manajemen Liverpool untuk meninggalkan Anfield. Liverpool terang-terangan menolak, tetapi tetap saja pengajuan itu membikin Liverpudlian alias penggemar setia Liverpool terkejut.

Striker bintang asal Spanyol itu secara pribadi menyampaikan dirinya setuju bergabung dengan Chelsea yang menawarkan lebih dari 40 juta pound atau Rp 568 miliar. Tidak ada niatan Torres menyeberang ke Chelsea karena alasan duit. The Sun yang mengklaim memiliki sumber salah satu orang terdekat Torres menjabarkan alasan sang striker.

Torres resah karena Liverpool tak bisa merealisasi ambisinya merengkuh trofi bergengsi. Padahal, sejak bergabung pada 2007, Torres sangat berharap bisa mengoleksi gelar juara yang selalu gagal didapat sejak masih di Atletico Madrid.

"Walaupun Torres mencintai Liverpool, cinta terbesarnya tetap Atletico Madrid," kata sumber tersebut. "Enam tahun dia gagal tampil di Liga Champions dan menyerah setelah enam tahun. Sekarang dia kembali kehilangan momen itu sehingga tak mau membuang-buang waktu lagi."

"Di usianya sekarang, 26 tahun, Torres ingin berkarier di klub yang memiliki kemampuan bersaing di level teratas," imbuhnya. Torres pernah mengultimatum akan meninggalkan Anfield janji  memboyong pemain-pemain berkelas tidak diwujudkan.

Sumber

Torres Pamit Mundur pada Gerrard

Dalam rentang kurang dari satu hari Liverpool mendapat kabar suka dan duka. Setelah resmi menggaet bintang Ajax Amsterdam asal Uruguay, Luis Suarez, dalam hitungan jam, The Reds menerima “petir di siang bolong” menyusul terungkapnya permintaan resmi dari Fernando Torres yang menginginkan dirinya dijual di bursa transfer musim dingin yang akan ditutup pada Senin (31/1) besok pukul 23.00 waktu setempat. Kontan seketika itu pula The Reds menolak keinginan El Nino.

Yang menarik, sebelum Torres mengirim surat resmi kepada manajemen klub, mantan kapten Atletico Madrid tersebut memberi tahu soal keinginannya hengkang dari Anfield Stadium kepada skipper Liverpool, Steven Gerrard. Adalah Gerrard yang menyambut dengan tangan terbuka kedatangan Torres di Merseyside pada awal Juli 2007 ketika Rafael Benitez membelinya dari Los Rodjiblancos dengan fee transfer sekitar 20 juta pound.

Karena itu, sebagai balas budi, Torres terlebih dahulu mengirim pesan kepada Gerrard tentang keinginannya bergabung dengan Chelsea. Yang menarik, Gerrard hampir saja terbang ke Stamford Bridge sebelum pada detik-detik terakhir bursa transfer musim panas 2005 memutuskan tetap tinggal di Anfield Stadium.

Tentu saja, keinginan Torres tersebut seakan halilintar bagi Gerrard. Pasalnya, duet Torres dan Suarez digadang-gadang bakal membangkitkan performa Liverpool yang di musim ini menargetkan kembali mendobrak posisi empat besar alias berlaga di ajang Liga Champions. Sejauh ini, Liverpool menolak tawaran pertama dan kedua Chelsea senilai 35 juta dan 40 juta pound. Namun, sejumlah sumber dari dalam klub, mengabarkan jika The Reds bakal melepaskan Torres andaikata owner Chelsea Roman Abramovich bersedia menaikkan besaran tawarannya menjadi 50 juta pound, jumlah yang diklaim sesuai dengan klausul buy-out dalam kontrak Torres.

Sumber 

Kenny Dalglish No.1

Kemenangan 1-0 atas Fulham, Rabu malam kemarin, memastikan Kenny Dalglish sebagai pelatih Liverpool yang memiliki rasio kemenangan tertinggi sepanjang sejarah klub.
Raihan tiga poin dari Cottagers, membuat rasio kemenangan pelatih asal Skotlandia tersebut jadi 60,70 atau mengumpulkan 190 kemenangan dari 313 pertandingan.

Fakta ini menempatkan Dalglish sebagai yang terdepan bersama William Barclay dan John McKenna, yang mencatat 77 kemenangan dari 127 pertandingan antara 1892-1896. Persentase mereka secara keseluruhan adalah 60,63.

Nama besar Bob Paisley ada di tempat ketiga dalam daftar, dengan rasio 57,57 persen setelah menoreh 308 kemenangan dari 535 laga.

Sumber
YOU'LL NEVER WALK ALONE