Tidak Mengherankan Bila MU Kalah

Mantan pemain Manchester United Lou Macari mengaku tidak heran bila Manchester United mengalami kekalahan saat melawat ke markas Chelsea dan Liverpool. Apa alasan dari pemain MU era 1970-an itu?

Manchester United harus pulang dengan kekalahan saat melawat ke markas dua raksasa lain: Chelsea dan Liverpool.

Menghadapi The Blues di Stamford Bridge awal bulan ini, anak asuh Sir Alex Ferguson takluk 1-2. Sementara itu dalam laga di Anfield semalam, Wayne Rooney dkk. dibekap The Reds 1-3.

Mantan pemain Manchester United Lou Macari dikutip dari situs resmi klub menuturkan bahwa dirinya tidak terkejut bila "Setan Merah" takluk dalam dua laga tersebut.

"Saya tidak peduli siapa yang dihadapi, namun menjalani tiga laga tandang berturut-turut sungguh berat. Ketika Anda menghadapi Chelsea dan Liverpool dalam rangkaian laga tandang itu, selalu ada peluang kami akan kalah di salah satu laga itu atau bahkan kalah di kedua laga itu--seperti yang telah kami alami," tandas Macari.

"Jadi saya pikir dua kekalahan itu bukan kejutan besar. Kami memang tidak bermain sangat baik dan Liverpool, tanpa diragukan lagi tampil lebih baik," kata pria yang memperkuat MU tahun 1973-1974 itu.

Macari menilai faktor absennya dua bek tengah Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic menjadi penyebab kekalahan The Red Devlis dari Liverpool semalam.

"Semula saya cukup yakin kami bisa menang di Anfield. Namun tidak dengan saat ini karena gangguan yang terjadi pada tim. Pasti timbul pertanyaan besar ketika kami ke Anfield tanpa dua pemain utama di posisi bek tengah," tandas pria 61 tahun tersebut.

"Saya juga khawatir karena permainan Liverpool sejak ditangani Kenny Dalglish mulai membaik. Ini memang bukan hari bagi MU," tuntas Macari.

Sumber

Alasan Ferguson dan Pemain MU Bungkam

Kekalahan Manchester United (MU) dari Liverpool membuat manajer Sir Alex Ferguson dan seluruh pemain The Red Devils bungkam kepada media. Manajer asal Skotlandia itu yang biasanya ramah kepada awak media, kali ini pasca kekalahan diam seribu bahasa.

MU sebelumnya menyerah 3-1 saat menghadapi Liverpool di Anfield, Minggu, 6 Maret 2011. Tiga gol Liverpool dicetak oleh Luis Suarez dan Dirk Kuyt. Sedangkan gol semata wayang MU dicetak oleh Javier Hernandez di masa injury time.

Bagi MU hasil ini adalah kekalahan ketiga mereka di lima partai terakhir. Dari 29 pertandingan MU masih memimpin klasemen sementara dengan 60 poin. MU terpaut tiga poin dari Arsenal di posisi kedua yang masih punya satu pertandingan lebih di tangan.

Usai pertandingan, tidak ada kata sepatah pun yang keluar dari mulut Ferguson. Bahkan, Ferguson membatalkan jumpa pers sebelum pertandingan, Jumat 4 Maret 2011, menyusul pernyataannya terhadap wasit Martin Atkinson yang membuatnya terancam hukuman FA. Dan usai dikalahkan Liverpool, Sir Alex kembali enggan berbicara dalam jumpa pers.

Salah satu pemain senior MU, Ryan Giggs, juga tidak bersedia komentar soal kekalahan timnya. Kepada Daily Mail, ia hanya berbicara singkat. Ia mengaku ada perintah untuk tidak memberikan pernyataan kepada media. Sama halnya Ferguson, Giggs adalah pemain yang sering meladeni pertanyaan wartawan usai pertandingan.

Bungkamnya Ferguson, menurut The Sun, ditengarai karena tidak puas dengan kinerja wasit Phil Dowd saat melawan Liverpool dan enggan mengungkapkannya kepada media.

Football365 melansir Ferguson tidak berbicara kepada Sky Sports sebagai TV broadcaster pertandingan. Asisten pelatih, Mike Phelan, juga membatalkan wawancara usai pertandingan dengan BBC.

Radio resmi pertandingan, talkSPORT juga tidak mendapatkan satupun komentar dari pihak MU. Bahkan untuk kali pertama televisi resmi MU, MUTV, tidak mendapat reaksi dari tim senior. Situs resmi klub, manutd.com, hingga kini juga tidak ada komentar mengenai hasil pertandingan baik dari manajer atau pemain. Laman resmi klub itu hanya menulis berita soal pertandingan saja.

Satu-satunya komentar yang bisa didapat dari pihak MU adalah komentar juru bicara klub yang memberitahu kondisi cedera Luis Nani melalui situs klub. Sedangkan para pemain juga dilarang memberikan komentar.

Seperti biasa, Rio Ferdinand lebih senang mengutarakan komentarnya melalui akun Twitter miliknya. Ferdinand menegaskan, "Hasil buruk hari ini, tidak ada alasan." ujarnya.

Sumber

Kuyt Bukan yang Pertama Hat-trick ke Gawang MU

Mencetak sampai tiga gol ke gawang tim seperti Manchester United bukan sesuatu yang sering terjadi. Sepanjang sejarah Premier League saja baru tiga orang yang berhasil melakukannya.

Pemain terakhir alias ketiga yang bisa merobek gawang MU sampai tiga kali dalam satu pertandingan tentu saja Dirk Kuyt. Beberapa jam lalu dia memborong gol-gol kemenangan 3-1 Liverpool atas 'Setan Merah' dalam laga di Anfield.

Pemain depan asal Belanda itu tiga kali mempecundangi Edwin Van der Sar masing-masing di menit 34, 39 dan 65. Ini sekaligus menjadi trigol pertama Kuyt buat The Reds setelah bergabung dengan klub tersebut tahun 2006.

Sebelum Kuyt, pemain lain yang berhasil menjebol gawang MU sampai tiga kali adalah David Bentley. Itu dilakukan Bentley saat dia masih dalam seragam Blackburn Rovers di musim 2005/2006.

Dalam laga yang berkesudahan dengan skor 4-3 tersebut, Bentley menjebol gawang Van der Sar masing-masing di menit 35, 41 dan 56. Sementara satu gol Rovers lainnya datang dari penalti kontroversial Lucas Neill pada menit 45.

Skuad besutan Sir Alex Ferguson kala itu cuma bisa membalas tiga gol melalui Louis Saha (37) dan Ruud van Nistelrooy (63 dan 68).

Sementara pemain pertama yang (diklaim) mampu mencetak tiga gol ke gawang 'Setan Merah' di ajang Premier League adalah Egil Ostenstad. Momen tersebut terjadi di musim 1997/1997 saat dia membela Southampton.

Namun trigol Ostenstad dalam laga tersebut banyak dipertanyakan, beberapa pihak bahkan menyebut kalau dia cuma melesakkan dua gol ke gawang The Red Devils. Gol ketiga yang dibuat pemain asal Norwegia itu dianggap sebagai bunuh diri Phil Neville, yang menyentuh bola saat mencoba menghalau sepakan Ostenstad.

Ostenstad sendiri yakin kalau dia telah mencetak tiga gol dan memutuskan untuk menyimpan bola yang dipakai dalam pertandingan tersebut saat peluit panjang dibunyikan wasit. Laga itu sendiri berkesudahan dengan skor 6-3 buat Southampton.

Sumber
YOU'LL NEVER WALK ALONE